Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2009

Bendera Palestina Ditancapkan di Tengah Lapangan Sepakbola Turki


Dukungan terhadap Palestina kembali datang dari Turki. Kali ini dari seorang pemain sepakbola Turki, Ibrahim Dagasan, pemain tengah klub sepakbola Sivasspor.

Dagasan menancapkan bendera Palestina di tengah lapangan sepakbola di stadion olahraga Kota Sivas, Turki Tengah, setelah timnya berhasil mengalahkan tim Galatasaray dalam babak perempat final kejuaraan Turkey Cup.

Setelah Dagasan menancapkan bendera Palestina di tengah lapangan, para penonton langsung berteriak "Damn Israel!". Mendengar teriakan itu, Dagasan meletakkan jarinya ke mulut, memberi tanda agar penonton diam.Di tim Dagasan sendiri, ada seorang pemain asal Israel bernama Pini Balili.

Sebelumnya, Turki menjadi perhatian dunia setelah perdana menterinya Recep Tayyeb Erdogan melakukan aksi walk-out dalam forum Davos, saat berdebat sengit dengan Presiden Israel Shimon Peres terkait agresi Israel ke Jalur Gaza. Dalam insiden itu, Erdogan menyebut Peres sebagai "pembunuh".

Insiden itu membuat Menlu Israel Tzipi Livni bereaksi dan menyerukan agar Ankara (ibukota Turki) menghormati Israel. "Kami menjalin hubungan strategis yang penting dengan Turki. Itulah sebabnya saya berharap Turki menunjukkan sikap saling menghormati pada Israel, meski banyak aksi-aksi unjuk rasa di jalan dan pencitraan Israel yang buruk soal Gaza," ujar Livni pada radio Israel.

Afrika Selatan : Pekerja Pelabuhan Menolak Barang Israel


Para pekerja pelabuhan di Durban, Afrika Selatan,menolak masuknya barang-barang dari Israel. Para pekerja menolak menurunkan cargo yang dibawa kapal-kapal dari Israel yang sudah ada dipelabuhan Durban. Tindakan ini merupakan protes keras atas kebiadan Israel yang melakukan agresi militer ke Gaza. Organisasi Pekerja Pelabuhan di Durban melakukan kampanye, penentangan yang keras terhadap Israel, yang menerapkan politik apartheid, seperti yang terjadi di Afrika Selatan.

“Tindakan ini merupakan komitmen kami-para pekerja pelabuhan di Afrika Selatan, yang menentang keras dan menolak segala bentuk penindasan dan ekploitasi di seluruh dunia”, ungkap seorang pekerja. Akhir pekan yang lalu, di Australia barat, anggota organisasi persatuan maritime Australia (Maritime Union of Australia), mendukung langkah kampanye boikot yang diserukan pekerja pelabuhan di Durban, Afrika Selatan. Organisasi itu menyerukan untuk memboikot dan sanksi seluruh barang-barang yang datang atau akan dikirim ke Israel. Organisasi pekerja pelabuhan yang jumlahnya jutaan orang di seluruh dunia itu, mengutuk secara terbuka, dan akan mengisolasi Israel atas politik apartheid yang dijalankan terhadap rakyat Palestina.

Seruan organisasi persatuan pekerja menyerukan organisasi pekerja pelabuhan diseluruh dunia, agar melakukan boikot secara total terhadap Israel, sebagai langkah protes, dan untuk tidak menghentikan boikot, sampai bangsa Palestina merdeka, tegas seorang aktivis organisasi pekerja pelabuhan. Ini merupakan gelombang protes terhadap Zionis-Israel, yang mendapatkan perlindungan Amerika. “Kami menyerukan kepada organisasi pekerja pelabuhan lainnya untuk mengikuti langkah kami, dan melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memboikot terhadap semua barang Israel, sampai bangsa Palestina mendapatkan kemerdekaan”, tandas pemimpin pekerja itu.

Di Turki sebuah assosiasi konsumen di Turki (Consummers Association of Turki), menyerukan boikot terhadap barang-barang Israel yang ada di Turki. “Kami tidak ingin member amunisi kepada Israel untuk membunuh rakyat Palestina”, ujar seorang pemimpin organisasi itu. Di bagian lain, organisasi konsumen muslim Malaysia (Muslim Consummers Association kof Malaysia), juga memboikot barang dari AS, seperti pasta gigi (colgate, sabon palmolive, coca cola, dan menyerukan tidak mengunjungi warung kopi Starbucks, sebagai bentuk protes terhadap dukungan Amerika terhadap Israel.

Selasa, 03 Februari 2009

Siapa Mahmud Abbas..???


Pasca-agresi Israel terhadap Jalur Gaza, Palestina mempunyai beberapa agenda yang cukup pelik. Selain bersiaga penuh terhadap Israel yang sewaktu-waktu bisa berlaku culas dan kejam, mereka pun disibukkan dengan konfrontasi antara Hamas dan Mahmoud Abbas.

Pasalnya, Abbas, yang secara gegabah dan sewenang-wenang ditunjuk sebagai Presiden Palestina, menyerang Hamas dengan tuduhan-tuduhan yang tak berdasar, semisal bahwa agresi Gaza disebabkan karena serangan roket Hamas ke Israel. Penyataan-pernyataan Abbas kontan membuat banyak media internasional yang telah disetir Yahudi bisa memojokan Hamas sebagai dalang perang di bumi Palestina. Sebenarnya siapakah Mahmoud Abbas?

Mahmoud Abbas, lahir di Safet, 26 Maret 1935, sekarang berumur umur 73 tahun, umumnya dikenal sebagai Abu Mazen. Ia menjadi presiden untuk Otoritas Nasional Palestina (PNA: Palestinian National Authority) pada 9 Januari 2005 dan menjabat kembali sejak 15 Januari 2005. Abbas lahir dan dibesarkan di Safet. Setamat sekolah dasar di kota itu, ia hijrah ke Suriah setelah perang tahun 1948. Ia melanjutkan sekolah menengah dan perguruan tinggi di kota Damaskus. Setelah tamat dari jurusan hukum Universitas Damaskus, ia mendirikan lembaga Palestina pertama pada tahun 1954 di Suriah. Inilah awal mula karier politiknya.

Awal tahun 1960-an, ia menjadi pegawai Departemen Pendidikan di Qatar dan bersahabat dengan Yasser Arafat (1929-2004). Ia kemudian menjadi anggota Majelis Nasional Palestina pada tahun 1968 dan memimpin perundingan tidak resmi dengan Israel pada tahun 1977. Sejak tahun 1983, ia menjadi anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) serta memimpin komite nasional dan internasional yang berkonsentrasi pada urusan organisasi non-pemerintah. Ia memulai kembali perundingan rahasia dengan pejabat Israel pada tahun 1989 lewat perantara Belanda. Ia tetap menjalankan aktivitas perundingan di balik pintu dengan Israel ketika dan pasca-Konferensi Madrid tahun 1991. Pasca Konferensi Madrid, ia dipercaya menjabat sebagai koordinator urusan perundingan. Ia meletakkan rencana dan pengarahan pada tim perunding Palestina.



Abbas adalah pemimpin organisasi revolusi pertama yang menyebut aksi perjuangan dan aksi syahid rakyat Palestina dengan sebutan “terorisme” “yang hina” dan senjatanya dengan “sia-sia” dan pemimpin pertama yang melakukan koordinasi keamanan dengan Israel dalam menangkap pejuang bangsanya sendiri. Ia juga presiden pertama yang berangkulan, berpelukan dan mendekap para pembunuh rakyatnya. Tanpa malu ia memuji dan tersenyum dengan para pembunuh itu. Ia berteman baik dengan Ariel SHaron dan George Bush.

Abbas orang pertama yang badan keamanan kepresidennya berani melanggar masjid-masjid Allah, membunuh imam masjid, penghafal Al-Quran, di negerinya sendiri. Darah Syaikh Majdi Bargothi, Muhammad Rafati, Nahidl Nimr, Muhammad Raddad (penghafal Al-Quran) adalah saksi paling nyata dari kesadisan mereka. Di bawah pemerintahan Abbas, polisi di bawah intruksinya yang pertama yang berani melakukan kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan melepas jilbab mereka, cadar mereka di jalan-jalan umum dan kampus-kampus. Ketika pertama kali memerintah, penasihat pribadi Abbas menyelundupkan 3400 handphone di mobil dinasnya. Ia juga menyegel lembaga sosial, lembaga penghafal Al-Quran, memvonis jahat lembaga-lembaga yang menyantuni anak yatim dan keluarga korban serta keluarga fakir miskin.

Abbas mempunyai prinsip, "Tidak ada yang dapat menggantikan dialog" yang ia rujuk kepada kepentingan Yahudi tentunya. Tidak heran jika kemudian ia menjadi orang pertama yang komitmen dengan kesepakatan perbatasan profesionalisme yang mengurangi kedaulatannya sendiri dan diberikan kepada Israel. Inilah yang dilakukan ketika ia menyepakati perjanjian perlintasan Rafah yang ditandatangi dengan Muhammad Dahlan dan Israel tahun 2005. Konon, ini juga salah satu hal yang memicu Mesir membuka Rafah untuk Israel dalam agresi Gaza Desember 2008.


Perbedaan Abbas dan Haniyah

Banyak perbedaan yang mencolok dari kedua tokoh ini. Sebagai sesama orang Palestina kedua tokoh ini berbeda jalan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Seperti pendahulunya Yasir Arafat, Mahmud Abbas lebih memilih jalan 'damai' dengan Zionis Israel yang jelas-jelas dan nyata merampok negeri Palestina. Bagi Abbas dan PLO nya - lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali untuk mendapatkan tanah Palestina. Maka jalan diplomasi, perundingan dan perjanjian damai dengan pihak Israel lebih sering dilakukan oleh Abbas dan PLO. (Baca Siapa sebenarnya Mahmud Abbas?)

Banyak perbedaan yang mencolok dari kedua tokoh ini. Sebagai sesama orang Palestina kedua tokoh ini berbeda jalan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Seperti pendahulunya Yasir Arafat, Mahmud Abbas lebih memilih jalan 'damai' dengan Zionis Israel yang jelas-jelas dan nyata merampok negeri Palestina. Bagi Abbas dan PLO nya - lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali untuk mendapatkan tanah Palestina. Maka jalan diplomasi, perundingan dan perjanjian damai dengan pihak Israel lebih sering dilakukan oleh Abbas dan PLO. (Baca Siapa sebenarnya Mahmud Abbas?)

Berbeda dengan Abbas, Ismail Haniyah yang merupakan pemimpin Hamas dan juga merupakan Perdana Mentri yang resmi dipilih oleh rakyat Palestina - lebih memilih jalan 'perang' dengan Zionis Israel. Roket-roket dari brigade Izzuddin Al-Qassam yang merupakan sayap militer Hamas secara rutin meluncur ke kawasan Israel.

Gambar-gambar dibawah ini akan memperjelas perbedaan mencolok antara kedua tokoh tersebut :


Abbas lebih suka cipika cipiki dengan Condileeza Rice yang bukan mahramnya.


Haniyah lebih memilih memeluk dan mencium anak Palestina.


Abbas malah memeluk tentara Zionis Israel yang telah nyata membantai rakyat Palestina.


Mencium Hajar Aswad lebih mulia daripada memeluk dan mencium pipi tentara teroris Israel.


Ketawa akrab dengan Simon Peres dan saling memberi masukan dilakukan Abbas.


Haniyah bergaul dan meminta nasihat Ulama Syaikh Ahmad Yassin.


Rabu, 21 Januari 2009

In Memoriam the Children of Gaza

Apa yang sudah terjadi di Gaza semoga tidak terulang lagi, terlalu banyak anak-anak yang tak berdosa menjadi korban. Namun kenyataan pahit itu juga tidak bisa kita lupakan begitu saja, kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga dari sini bahwa peperangan tidak menghasilkan apa2 kecuali penderitaan. Walaupun kedua belah pihak mengklaim bahwa mereka sama2 memenangkan perang ini namun para korban tentu saja tidap dapat dibalas dengan apapun. Nyawa mereka sudah direnggut padahal mereka tidak tau apa2 tentang perang, mereka belum mengetahui apa itu perang, apa itu benci, apa itu marah.

Untuk mengenang mereka dan untuk mengenang apa yang dihasilkan dari perang, berikut adalah photo slide anak2 Gaza yang menjadi korban....



Senin, 19 Januari 2009

Kronologi Sejarah Konflik Israel - Plaestina


5000-3000SM
Bermukimnya kaum Arab Kan’an di kawasan Palestina dan kawasan itu dinamai “Tanah Kan’an”

3000-2500SM
Bermukimnya kabilah2 Arab Amuri di Kan’an

1805 SM
Nabi Ibrahim hijrah dari Irak ke Kan’an

1606 SM
Migrasi keturunan Nabi Ibrahim dari Kan’an ke Mesir

Catatan: keturunan Nabi Ibrahim ada dua, Ismail dan Ishaq. Keturunan Nabi Ismail ber-ras Arab (dan berujung pada Nabi Muhammad), dan keturunan Nabi Ishaq ber-ras Yahudi



1300 SM
Hijrahnya bangsa Palestina dari kepulauan Kert dan Lautan Egee (di Mediterania, antara semenanjung Balkan dan Anatoli/Asia Kecil) ke kawasan Kan’an, dan mereka bercampur dgn orang2 Arab asli penghuni Kan’an, lalu akhirnya kawasan itu berubah nama menjadi Palestina.

985 SM
Berdirinya kerajaan Nabi Daud (ras: Yahudi)

933 SM
Berakhirnya kerajaan Nabi Sulaiman (ras: Yahudi) dan terpecah2nya kerajaan ini.

732 SM
Dinasti Assuria (Irak) berkuasa di Palestina

608 SM
Bangsa Mesir berkuasa di Palestina

605 SM
Berkuasanya Caldea (dari jazirah Arab) di kawasan Syam (termasuk Palestina)

586 SM
Kekuasaan Caldea runtuh dan 5000 Yahudi diasingkan ke Babilonia (Irak)

538 SM
Cyrus, Kaisar Persia, berkuasa di Syam (yang meliputi juga Palestina)

332 SM
Alexander Macedonia menyerang Palestina

63 SM
Masuknya orang Romawi ke Palestina

135 M
Pemberontakan kaum Yahudi ditumpas oleh pasukan Romawi

267 M
Pendudukan Palestina oleh Ratu Zanubia dari Kerajaan Tadmur (Palmyre, di kawasan Syam)

272 M
Kekuasaan Tadmur berakhir dan Romawi kembali berkuasa di Palestina

614 M
Palestina dikuasai oleh Khousru Parviz, raja Iran dari dinasti Sasania

628 M
Romawi kembali berkuasa di Palestina

634-636 M
Masa penaklukan wilayah Palestina oleh pasukan muslim

636-1099 M
Pemerintahan Islam (khilafah Islam) berkuasa di Palestina silih berganti, mulai dari Khilafah periode Umawiyah, Abbasiah, hingga Fathimiah.

1099M
Pasukan Salib menyerang Palestina

1188 M
Perang Hathin antara pasukan muslim di bawah pimpinan Salahuddin Al Ayyubi melawan pasukan Salib

1260 M
Perang antara Dinasti Mamaluk (Mesir, penerus kekuasaan Al Ayyubi) melawan pasukan Tatar (Mongol)

1291 M
“Pembersihan akhir” pasukan Salib dari wilayah Palestina oleh pasukan Mamaluk

1516 M
Dimulainya Khilafah Islam periode Utsmaniyah di Palestina dan kawasan2 Arab di sekitar Palestina, berlangsung hingga 400 tahun kemudian

1914-1917 M
Perang Dunia I meletus dan berakhir dgn kekalahan Khilafah Utsmaniyah, wilayah kekuasaan Khilafah Islam pun dibagi2 oleh Inggris dan Perancis. Palestina menjadi ’jatah’ Inggris.

2 Nov 1917
Deklarasi Balfour dirilis. Isi: dukungan Inggris bagi pembentukan negara Israel di kawasan Palestina.

Januari 1918
Seluruh kawasan Palestina jatuh ke tangan pasukan Sekutu yg dipimpin Jenderal Allenby (asal Inggris, keturunan Yahudi). Di kota Al Quds, dia mengucapkan kalimat, ”Hari ini, perang salib telah berakhir.”

1 Januari 1920
Kantor pemerintahan Inggris di Palestina (British Mandate of Palestine) berdiri, Komisi Tinggi-nya adl Herbert Samuel (keturunan Yahudi)

30 Januari 1922
Kongres AS menyetujui dukungan trhdp pendirian Israel di Palestina (disebut sebagai Deklarasi Balfour-Amerika)

23-29 Agts 1929
Pemberontakan org2 Palestina, memprotes aksi kekerasan pemuda2 Yahudi. Dikenal sebagai ”Kebangkitan Dinding Ratapan”.

20 Nov 1935
Izzudin Qassam, pemimpin kelompok pejuang Jihad Islam, gugur syahid dlm perang melawan pasukan Inggris di kota Jenin

1935-1948
Berbagai pembunuhan massal dilakukan oleh kelompok2 teroris Yahudi, dgn tujuan mengusir orang2 Palestina dari tanah air mrk, untuk kemudian diduduki oleh para imigran Yahudi yg didatangkan dari berbagai penjuru dunia.

29 Nov 1947
PBB meloloskan resolusi 181 tentang pembagian wilayah eks British Mandate of Palestine. Tujuannya adalah untuk mengatasi konflik antara pemukim Yahudi dan Arab yang semakin tajam di wilayah tersebut. Resolusi tersebut membagi wilayah ini menjadi dua negara. Sebagian diperuntukkan bagi sebuah negara Yahudi, sebagain lagi bagi sebuah negara Arab. Sementara kota Yerusalem berstatus Corpus Separatum yang tak berada dalam kekuasaan negara Yahudi maupun Arab.

14 Mei 1948
Jam 4 sore, org2 Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel dan beberapa menit kemudian, AS menyatakan pengakuannya thdp Israel.

15 Mei 1948
Era Mandat Inggris atas Palestina berakhir.

15 Mei 1948
Negara2 Arab menolak deklarasi Israel itu dan membentuk pasukan sekutu Arab (terdiri dari Suriah, Mesir, Jordan, Lebanon, Irak). Pecahlah Perang Pertama Arab-Israel.

Hasil perang: wilayah Israel bertambah luas, termasuk menduduki Yerusalem Barat. Mesir menguasai Jalur Gaza, Jordan menguasai Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ribuan warga Palestina jadi pengungsi.

11 Mei 1949
PBB menerima Israel sebagai anggota, dgn syarat Israel hrs menerima Resolusi 181 (isi: Israel hrs menerima pendirian negara Palestina) dan Res 194 (isi: Israel hrs mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka). Resolusi ini tak pernah dipatuhi, namun Israel tetap menjadi anggota PBB hingga kini.

Januari 1967
Perang 6 Hari Arab-Israel meletus, Arab kalah, Israel menguasai seluruh Yerusalem , Tepi Barat, Jalur Gaza, Sinai, Golan. Namun Mesir kemudian bersedia damai dgn Israel (mengakui eksistensi Israel dgn imbalan pengembalian Sinai, Camp David 1978).

10 Nov 1975
PBB mengesahkan Resolusi 3379 yang intinya menyatakan Rezim Zionis sebagai rezim rasialis.

18 Sept 1978
Perundingan Camp David antara Mesir-Israel, dimediatori AS

26 Maret 1979
Penandatanganan akhir perjanjian damai antara Anwar Sadat dan Menachem Begin, di Gedung Putih, disaksikan Jimmy Carter.

31 Jan 1980
Parlemen Israel menetapkan Yerussalem sbg ibu kota Israel, pdhl PBB menetapkan bhw kota itu adl zona int’l

9 Des 1987
Intifadah I dimulai

30 Okt 1991
Dimulainya konferensi Madrid, antara Zionis dgn Palestina yg diwakili oleh PLO

13 Sept 1993
Kesepakatan Oslo ditandatangani Zionis-PLO. Isi: PLO diberi wilayah otonomi, yaitu 60% dari Jalur Gaza dan kota Ariha di Tepi Barat. Imbalannya, PLO mengakui eksistensi Israel. Ayatullah Khamenei, Rahbar Iran, terang2an menyebut ini sebagai ”tindakan bodoh” Yaser Arafat.

1 Juli 1994
Arafat memasuki Gaza dalam rangka mendirikan Otoritas Nasional Palestina (Palestinian National Authority; selanjutnya disebut PNA).

17 Januari 1997
Perjanjian Al Khalil ditandatangani Israel-PNA. Isi: 20% wilayah Al Khalil tetap dikuasai Israel, sisanya diserahkan kpd PNA.

23 Okt 1998
Perjanjian Maryland ditandatangani Israel-PNA. Isi: Israel menyerahkan sebagian wilyah di Tepi Barat kepada PNA, sebagai imbalan, PNA berjanji mengatasi masalah terorisme (teroris: istilah yg dipakai Barat utk para pejuang HAMAS)

12 Des 1998
Pertemuan Majelis Nasional Palestina digelar di Gaza. Pertemuan ini sudah di-setting AS dan Israel, sehingga keputusannya: menghapus salah satu isi deklarasi nasional Palestina yg menyebut ”menghapuskan Israel.”

22-24 Mei 2000
Tentara Zionis angkat kaki dari wilayah Lebanon selatan stlh bercokol di sana selama 22 tahun. Selama itu pula, tentara Hizbullah tak pernah henti berusaha mengusir Israel dan akhirnya, Israel pun menarik pasukannya dari Lebanon. Kemenangan ini menginspirasi rakyat Palestina.

28 Sept 2000
Intifadah Kedua dimulai (dipimpin oleh HAMAS, sementara PNA alias eks-PLO selalu berusaha menghentikan gerakan HAMAS. PNA telah menjadi alat bagi Israel utk memberangus perjuangan bangsa Palestina)

22 Maret 2004
Pemimpin HAMAS, Syeikh Ahmad Yasin, gugur syahid akibat teror Israel.

17 April 2004
Abdul Aziz Rantisi, pemimpin HAMAS (pengganti Syeikh Ahmad Yasin) gugur syahid akibat teror Israel.

9 Juli 2004
Mahkamah Int’l menetapkan bhw pembangunan Tembok Zionis adalah illegal, namun ketetapan ini tdk dihiraukan Israel. Pembangunan tmbok terus dilanjutkan shg membentuk sebuah penjara raksasa bagi banyak perkampungan Palestina.

26 Okt 2004
Gigihnya perjuangan Intifadah II membuat Israel kewalahan dan mengesahkan program penarikan mundur dari Jalur Gaza, sambil merancang konspirasi lain. Antara lain: penarikan mundur ini di-blow up media massa utk mengesankan bahwa Israel bersedia berdamai.

11 Nov 2004
Yaser Arafat tewas akibat diracuni oleh Zionis

Sept 2005
Dimulainya penarikan mundur tentara Israel dari Jalur Gaza. Inilah kemenangan para pejuang Palestina setelah 38 tahun. Namun, hingga kini, Israel terus melancarkan serangan dan teror ke Jalur Gaza.

Jan 2008
Israel kembali menunjukkan perangainya sebagai agresor, keras kepala, kejam, beringas dan berhati batu.




Sabtu, 17 Januari 2009

Warga Israel keturunan Arab bingung harus gimana....???

Sakhnin, Israel (ANTARA News/AFP) - Krisis Gaza membuat warga Israel keturunan Arab terperangkan antara ketakutan menyuarakan solidaritasnya untuk warga Palestina dan desakan untuk mengutuk serangan gencar (Israel) menyusul dilarangnya dua partai Arab dalam mengikuti pemilihan umuman bulan depan.

"Negara kami (Israel) sedang berperang melawan bangsa kami Palestina," kata Gazal Abu Raya, seorang Arab Israel dan kepala Jewish-Arab Institute for Peace di Sakhnin, kawasan utara Galilee.

Sakhnin yang berpenduduk 25 ribu orang Arab, adalah tempat dimana terjadi demonstrasi sekitar 100 ribu warga Israel keturunan Arab pada 3 Januari yang memprotes ofensif Israel ke Gaza seminggu setelah dimulainya serangan itu.



Begitu jumlah korban meninggal kian bertambah, demonstrasi spontan menentang perang terjadi di seantero Galilee -- kawasan berpenduduk 1,4 juta komunitas Israel berbangsa Arab-- yang mengambil porsi 20 persen dari total penduduk Israel.

Polisi Israel meningkatkan penjagaaannya di daerah utara itu, termasuk di pos-pos pemeriksaan jalan.

"Selama 60 tahun, kami diuji loyalitas (kepada negara Israel)," kata Abu Raya.

Warga Israel Arab yang kebanyakan keturunan dari 160 ribu warga Palestina yang tetap tinggal di Israel manakala negara Yahudi itu dibentuk pada 1948, mengkhawatirkan konsekuensi penolakan mereka atas ofensif Israel ke Gaza.

Senin kemarin, komisi pemilihan umum Israel mendiskualifikasi dua partai Arab dari keikutsertaannya pada pemilu 10 Februari 2009 menyusul sebuah mosi yang diajukan dua partai ultra kanan Yahudi yang menuduh mereka tidak mengakui hak hidup negara Israel.

"Jelasnya, sayap kanan adalah pihak terkuat yang mendukung perang. Israel tengah menjual popularitas murahan di jalanan," kata Jamal Zahalqa, kepala salah satu dari dua fraksi partai Arab (Majelis Demokratik Nasional) dalam parlemen Israel.

Mahkamah Agung akan memutuskan larangan KPU Israel kepada dua partai Arab itu minggu depan.

Jika larangan itu disahkan MA, Zahalqa mengingatkan akan ada boikot Arab terhadap pemilu nanti dan krisis akan memperparah perpecahan di kalangan penduduk Yahudi.

"Jika kami tidak berpartisipasi dalam proses pemilu dan berlaku dibawah legitimasi poilitik, maka kami akan mengkajiulang strategi kami. Akan semakin banyak orang yang menuntut adanya parlemen Arab (di Israel)," kata Zahalqa.

"Akan ada krisis diantara minoritas Palestina dan mayoritas (Yahudi)."

Keputusan komisi pemilu adalah bentuk rasisme dan intimidasi, kata Walikota Sakhnin, Mahmud Abu Raya, yang tidak berafiliasi ke partai manapun. "Kami akan memboikot pemilu nanti sebagai tanda protes."

Gazal Abu Raya, yang sekabilah dengan Mahmud, mengakui bahwa sekarang adalah masa-masa sulit bagi kelangsungan hubungan sosial yang gampang retak dengan warga Yahudi di Israel utara.

Dia menyatakan lembaganya tengah berupaya menjembatani dan menjadi penengah untuk Palestina dan warga Israel.

"Tidaklah nyaman manakala anda melihat gambar-gambar anak-anak dan wanita mati di Gaza," kata Gazal Abu Raya.

Pemimpin komunitas kristen ortodoks Yunani di Sakhnin, pendeta Salah Khoury, telah mengorganisasikan kampanye pengiriman makanan dan pakaian ke Gaza, namun mereka juga mengkhawatirkan konsekuensi dari dukungannya pada warga Palestina di kantong Palestina itu.

"Kami berpihak pada rakyat Gaza, namun kami tak ingin sikap itu membahayakan kami. Kami ingin tetap tinggal di tanah kami. Kami takut. Sayap kanan Yahudi melihat kami sebagai musuh mereka," kata pendeta Arab Palestina warga Israel ini.

Khalil Nakhleh, seorang peneliti Palestina untuk konflik Arab-Israel yang berada di Tepi Barat, sepakat dengan kekhawatiran saudara-saudaranya yang menjadi warga Israel itu.

"Umumnya, warga Arab di Israel merasa mereka tidak diinginkan menjadi warganegara Israel (oleh Israel)," katanya.

Indonesia Abstain Dalam Sidang Darurat PBB Tentang Agresi Israel

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia bersikap abstain dalam pemungutan suara proses adopsi resolusi Sidang Darurat Majelis Umum PBB mengenai agresi Israel di Jalur Gaza.

"Indonesia memilih abstain karena posisi prinsip Indonesia bahwa resolusi itu tidak cukup keras mengecam Israel atas serangan kejinya ke Gaza," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah di Jakarta, Sabtu, mengenai posisi Indonesia tersebut.

Sikap abstain yang diambil Indonesia memang boleh jadi cukup mengejutkan mengingat Indonesia adalah penggagas Sidang Darurat Majelis Umum PBB itu, jauh sebelum Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi No.1860 pekan lalu.



Sementara itu dalam pidatonya pada sidang tersebut Duta Besar RI untuk PBB Marty Natalegawa mengatakan bahwa sebagai salah satu pendukung utama Palestina, Indonesia sangat menyesal tidak dapat bergabung dengan nengara-negara anggota PBB yang lain mewujudkan suatu konsensus dalam sidang itu.

"Delegasi kami akan memiliki kesulitan besar untuk menjelaskan hal ini kepada masyarakat Indonesia, tentang bagaimana mungkin kita, sebagai Majelis Umum, bukan Dewan Keamanan, sebagai suatu Majelis Umum yang beranggotakan 190 negara, tidak dapat secara eksplisit berkata kepada Israel, kekuatan pendudukan, untuk menghentikan aksi kekerasannya dan keluar dari Gaza sekarang," kata Marty.

Menurut Marty, dengan adanya perubahan pada naskah resolusi tepatnya pada paragrah tiga pembukaan naskah baru, Majelis Umum bahkan tidak mampu mengidentifikasi tersangka utama dari seluruh krisis kemanusiaan itu, yaitu Israel.

"Tentu saja setiap nyawa berharga, saya tidak mengatakan bahwa nyawa seseorang lebih berharga dari yang lain. Kami mengutuk, kami merasa prihatin dengan setiap warga sipil yang tewas, baik Palestina maupun Israel," katanya.

Tapi, lanjut dia, Sidang Darurat Majelis Umum kali ini adalah saat yang tepat untuk bersikap tegas dan jelas.

"Kami dapat mengatakan bahwa kami tidak dapat mendukung resolusi ini, tidak karena kami tidak mendukung Palestina. Sebaliknya kami mendukung Palestina 110 persen sehingga kami merasa bahwa resolusi ini tidak cukup keras mengutuk Israel, dalam meminta Israel untuk segera menarik diri dari wilayah Palestina yang didudukinya," katanya.

Oleh karena itu, kata Marty, dengan bersikap abstain maka Indonesia justru menunjukkan sikap dan solidaritasnya secara total kepada penderitaan warga Palestina sehingga meminta dengan segera penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Sementara itu akhir pekan ini Sidang Darurat Majelis Umum PBB dalam suatu resolusi tak mengikat yang diubah, badan yang beranggotakan 192 negara tersebut hampir dengan secara bulat memberi suara untuk mendesak "penghormatan penuh" resolusi No.1860 yang menyerukan suatu gencatan senjata segera, bertahan lama dan sepenuhnya dipatuhi, terutama penarikan seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Resolusi itu diadopsi melalui perdebatan berjam-jam dengan suara 142 menerima, enam menolak, dan sisanya abstain.

Resolusi Dewan Keamanan PBB 1860 juga menyerukan agar "tidak dihambatnya penyediaan dan distribusi bantuan kemanusiaan, termasuk bahan makanan, bahan bakar dan obat-obatan di seluruh Jalur Gaza".

Sementara itu, jumlah korban tewas di kalangan warga Palestina selama perang tiga pekan terakhir ini menurut kementerian kesehatan di Jalur Gaza sedikitnya mencapai 1.105 orang, dengan sekitar 15.000 cedera.

Para pejabat Palestina memperkirakan serangan itu juga mengakibatkan kerusakan sekitar 1,4 miliar dolar AS.

Biro Pusat Statistik Palestina mengatakan, sekitar 26.000 penduduk Gaza tak bisa tinggal di rumah-rumah mereka, dan untuk sementara mereka ditampung di tempat-tempat penampungan darurat.

Biro itu memperkirakan sekitar 20.000 bangunan telah porak-poranda akibat serangan udara Israel, selain serangan laut dan darat yang dimulai 27 Desember, dan sekitar 4.000 bangunan hancur total.

Para surveyor melaporkan kepada biro itu, bahwa bangunan-bangunan umum juga dirusak termasuk 18 gedung sekolah dan perguruan tinggi, jalan raya, jembatan, saluran tenaga listrik, air dan pipa pembuangan limbah.(*)

Dunia Arab Bekukan Hubungan Dengan Israel

Qatar dan Mauritania menyatakan membekukan hubungan ekonomi dan politik dengan Israel sebagai protes atas agresi Israel ke Jalur Gaza. Kedua negara itu mengambil keputusan tersebut sebagai respon atas hasil pertemuan para pemimpin Arab dan Muslim di Doha, ibukota Qatar hari Jumat kemarin.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 13 negara dari 22 negara anggota Liga Arab. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, perwakilan dari Turki dan perwakilan dari faksi-faksi pejuang di Palestina antara lain perwakilan dari Hamas Khaleed Misyaal, perwakilan dari jihad Islam dan perwakilan dari Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP).



Pertemuan itu menghasilkan dua poin penting yaitu seruan agar negara-negara Arab membekukan semua bentuk hubungan dan kerjasama dengan Israel serta membatalkan inisiatif perdamaian yang ditawarkan negara-negara Arab pada Israel.

Tahuan 2002, saat pertemuan tingkat tinggi negara-negara Arab di Beirut, negara-negara Arab menawarkan inisiatif perdamaian dengan Israel, dengan syarat Israel harus mundur dari seluruh tanah Arab dan memberikan solusi yang adil bagi para pengungsi Palestina. Namun Israel menolak inisiatif tersebut.

Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa inisiatif perdamaian dengan Israel sudah "mati." Secara khusus al-Assad mengatakan bahwa Suriah juga tidak akan melanjutkan lagi negosiasi damai dengan Israel.

Sementara Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani mengatakan, ia akan meminta Israel untuk menutup kantor perwakilan dagang dan menarik semua semua staffnya yang ada Doha, sampai situasi dianggap sudah membaik. Sedangkan Mauritania menyatakan sudah membekukan hubungan politik dan ekonominya dengan Israel, setelah Israel memanggil dutabesar Mauritania pekan kemarin. Israel memanggil dutabesar Mauritania terkait aksi-aksi protes anti-Israel di negeri itu.

Pertemuan Doha hari Jumat kemarin juga mendesak agar Israel menarik pasukan militernya dari Jalur Gaza, membuka semua perbatasan, mencabut blokade atas Gaza dan meminta Israel membayar kompensasi atas kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza. Seluruh negara yang hadir dalam pertemuan Doha, sepakat membentuk apa yang disebut "jembatan laut" untuk jalur pengiriman bantuan ke Jalur Gaza.

Qatar juga menyerukan penggalangan dana untuk membangun kembali Jalur Gaza. Negara Qatar memberikan sumbangan sebesar 250 juta dollar untuk program pembangunan itu.

Belum diketahui apa sikap Arab Saudi atas hasil pertemuan tersebut. Termasuk Mesir dan Yordania, dua negara Arab yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Seperti diketahui, Mesir dan Arab menolak hadir dalam pertemuan Doha.

Disayangkan memang sikap negara-negara Arab yang terpecah dalam merespon agresi brutal di Jalur Gaza. Negara-negara Arab dalam masalah Palestina kini terbagi menjadi dua kubu. Selain kubu yang hadir dalam pertemuan Doha, kubu lainnya yang disebut kubu moderat dimotori Mesir, Arab Saudi, Yordania dan sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab. Kubu ini tidak suka dengan hubungan baik Hamas dengan Iran karena menganggap Iran memanfaatkan negara-negara Arab untuk memperluas pengaruhnya di kawasan.

Sementara itu, Mesir masih terus memediasi negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Setelah sebelumnya menerima perwakilan Hamas, hari Jumat kemarin Mesir menerima wakil dari Israel, Amos Gilad. Gilad pada pejabat Mesir mengatakan bahwa Israel menginginkan gencatan senjata terbuka dan tidak terikat. Israel juga tetap mengajukan syarat agar tembakan roket dari Gaza dihentikan dan dibentuk tim internasional untuk mencegah penyelundupan senjata ke Gaza yang diklaim Israel berasal dari Mesir.

Israel meminta gencatan senjata terbuka engan alasan, Israel berhak menggunakan kekuatan militer jika merasa terancam. Untuk itu, kabinet Israel akan membuat keputusan tentang usulan gencatan senjata sepihak itu.

Israel Masih Bombardir Gaza

Ditengah upaya gencatan senjata, Israel masih terus membombardir Jalur Gaza sepanjang hari Jumat kemarin. Hari ini, tentara-tentara Zionis itu membumihanguskan wilayah Zaytun di Gaza dengan menggunakan bom-bom yang mengandung zat kimia berbahaya, fosfor putih. Korban di pihak warga sipil Palestina terus berjatuhan. Sampai hari ini jumlah warga Palestina yang syahid berjumlah 1.193 orang dan lebih dari 5.311 orang lainnya luka-luka. Diantara korban syahid, 411 orang adalah anak-anak. Stasiun televisi milik Hamas, Al-Aqsa menayangkan serangan pasukan Zionis ke kota Zaytun dengan target pemukiman penduduk. Di Beit Lahiya, saksi mata dan petugas medis mengatakan bahwa pasukan Zionis kembali membom sebuah sekolah milik PBB yang menjadi tempat pengungsian warga Gaza. Sekolah itu adalah sekolah milik PBB yang keempat yang menjadi target serangan pasukan Zionis. Seorang perempuan dan seorang anak syahid, 11 orang luka-luka dalam serangan Israel ke sekolah tersebut.

Helikopter Apache Israel juga masih menjatuhkan bom-bomnya di pinggiran Gaza City. Di kota Beit Hanun, seorang bayi Palestina berusia dua bulan menjadi korban bom Israel.

Televisi Al-Aqsa juga melaporkan bahwa para pejuang Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas berhasil menghancurkan dua tank Israel dalam pertempuran di al-Mughraba, Jalur Gaza.

Hari ini, pejuang-pejuang Palestina berhasil menembakkan sejumlah roketnya ke kota Eshdod dan Kiryat Gat di wilayah Israel. Tembakan roket pejuang Palestina itu melukai 17 warga Israel di Eshdod dan 2 waraga Israel di Kiryat Gat.

Para Petani Israel Rugi Besar akibat Gerakan Boikot


Para petani di Israel mulai merasakan dampak boikot yang dilakukan sejumlah negara di dunia sebagai bentuk protes atas agresi keji militer Israel ke Jalur Gaza. Mereka mengatakan, sejumlah negara dan distributor dari Arab dan Eropa telah membatalkan pesanan hasil-hasil pertanian dari para petani Israel.



"Kami mengekspor buah kesemak dan karena peperangan, sejumlah negara dan distrubutor membatalkan pesanan mereka. Paket-paket buah yang siap ekspor itu kini menumpuk di gudang dan ini menyebabkan kerugian besar buat kami," kata Giora Almagor, seorang petani buah pada surat kabar Israel Yediot Aharonot.

"Makin lama buah-buah itu menumpuk di gudang, kualitasnya akan makin menurun. Kami juga harus membayar biaya pendingin buah-buah tersebut dan biayanya cukup besar," sambung Almagor.

Menurutnya, banyak pengapalan buah ke Yordan dibatalkan. Sejumlah negara di Skandinavia juga menyatakan membatalkan pesanan mereka akibat agresi Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza. Direktur Organisasi Petani Buah di Israel, ilan Eshel mengatakan, pembatalan pesanan dari negara-negara Skandinavia antara lain dilakukan importir dari Denmark, Norwegia dan Denmark.

Beberapa perusahaan Inggris juga membatalkan kesepakatan dagang dengan sejumlah perusahaan-perusahaan Israel. "Ada dua atau tiga perusahaan informasi teknologi yang menolak proposal bisnis yang diajukan perusahaan-perusahaan Israel," kata atase perdagangan Israel di Inggris, Gil Erez.

Sejumlah penulis Inggris juga sudah banyak yang menulis artikel berisi seruan boikot produk Israel sebagai bentuk protes atas agresi Israel ke Jalur Gaza. Di Turki, persatuan kerjasama Turki mengumumkan embargo terhadap semua bentuk pembiyaan dari perusahaan Israel. Di Malaysia, para pengusaha dan pebisnis di sana sudah menyebarkan kampanye boikot produk Israel dan AS.

Petani menyesali peperangan yang dikobarkan pemerintahnya di Gaza. Para petani Israel mengkhawatirkan makin meluasnya gerakan boikot ini. "Bisnis kami berjalan lancar, sampai akhirnya perang ini terjadi. Semuanya menjadi buruk dan suara-suara yang menyerukan boikot produk Israel makin sering terdengar," keluh Almagor.

Jumat, 16 Januari 2009

....Sambungan daftar nama korban

30/12/2008

Haya Talal Hamdan Girl 8

31/12/2008

Ahmed Kanouh Boy 10
Ameen Al-Zarbatlee Boy 10
Mohammed Nafez Mohaissen Boy 10
Mustafa Abou Ghanimah Boy 16
Yehya Awnee Mohaissen Boy 10
Ossman Bin Zaid Nizar Rayyan Boy 3
Assaad Nizar Rayyan Boy 2
Moaz-Uldeen Allah Al-Nasla Boy 5
Aya Nizar Rayyan Girl 12
Halima Nizar Rayyan Girl 5
Reem Nizar Rayyan Boy 4
Aicha Nizar Rayyan Girl 3
Abdul Rahman Nizar Rayyan Boy 6
Abdul Qader Nizar Rayyan Boy 12
Oyoon Jihad Al-Nasla Girl 16
Mahmoud Mustafa Ashour Boy 13
Maryam Nizar Rayyan Girl 5



01/01/2009

Hamada Ibrahim Mousabbah Boy 10
Zeinab Nizar Rayyan Girl 12
Sujud Mahmoud Al-Derdesawi Girl 10
Abdul Sattar Waleed Al-Astal Boy 12
Abed Rabbo Iyyad Abed Rabbo Al-Astal Boy 10
Ghassan Nizar Rayyan Boy 15
Christine Wadih El-Turk Boy 6
Mohammed Mousabbah Boy 14
Mohammed Iyad Abed Rabbo Al-Astal Boy 13
Mahmoud Samsoom Boy 16
Ahmed Tobail Boy 16
Ahmed Sameeh Al-Kafarneh Boy 17
Hassan Hejjo Boy 14
Rajeh Ziadeh Boy 18
Shareef Abdul Mota Armeelat Boy 15
Mohammed Moussa Al-Silawi Boy 10
Mahmoud Majed Mahmoud Abou Nahel Boy 16
Mohannad Al-Tatnaneeh Boy 18
Hani Mohammed Al-Silawi Boy 10

01/01/2009

Ahmed Al-Meshharawi Boy 16
Ahmed Khodair Sobaih Boy 17
Ahmed Sameeh Al-Kafarneh Boy 18
Asraa Kossai Al-Habash Girl 10
Assad Khaled Al-Meshharawi Boy 17
Asmaa Ibrahim Afana Girl 12
Ismail Abdullah Abou Sneima Boy 4
Akram Ziad Al-Nemr Boy 18
Aya Ziad Al-Nemr Girl 8
Ahmed Mohammed Al-Adham Boy 1
Akram Ziad Al-Nemr Boy 13
Hamza Zuhair Tantish Boy 12
Khalil Mohammed Mokdad Boy 18
Ruba Mohammed Fadl Abou-Rass Girl 13
Ziad Mohammed Salma Abou Sneima Boy 9
Shaza Al-Abed Al-Habash Girl 16
Abed Ziad Al-Nemr Boy 12
Attia Rushdi Al-Khawli Boy 16
Luay Yahya Abou Haleema Boy 17
Mohammed Akram Abou Harbeed Boy 18
Mohammed Abed Berbekh Boy 18
Mohammed Faraj Hassouna Boy 16
Mahmoud Khalil Al-Mashharawi Boy 12
Mahmoud Zahir Tantish Boy 17
Mahmoud Sami Assliya Boy 3
Moussa Youssef Berbekh Boy 16
Wi'am Jamal Al-Kafarneh Girl 2
Wadih Ayman Omar Boy 4
Youssef Abed Berbekh Boy 10

05/01/2009

Ibrahim Rouhee Akl Boy 17
Ibrahim Abdullah Merjan Boy 13
Ahmed Attiyah Al-Semouni Boy 4
Aya Youssef Al-Defdah Girl 13
Aya Al-Sersawi Girl 5
Ahmed Amer Abou Eisha Boy 5
Ameen Attiyah Al-Semouni Boy 4
Hazem Alewa Boy 8
Khalil Mohammed Helless Boy 12
Diana Mosbah Saad Girl 17
Raya Al-Sersawi Girl 5
Rahma Mohammed Al-Semouni Girl 18
Ramadan Ali Felfel Boy 14
Rahaf Ahmed Saeed Al-Azaar Girl 4
Shahad Mohammed Hijjih Girl 3
Arafat Mohammed Abdul Dayem Boy 10
Omar Mahmoud Al-Baradei Boy 12
Ghaydaa Amer Abou Eisha Girl 6
Fathiyya Ayman Al-Dabari Girl 4
Faraj Ammar Al-Helou Boy 2
Moumen Alewah Boy 9
Moumen Mahmoud Talal Alaw Boy 10
Mohammed Amer Abu Eisha Boy 8
Mahmoud Mohammed Abu Kamar Boy 15
Marwan Hein Kodeih Girl 6
Montasser Alewah Boy 12
Naji Nidal Al-Hamlawi Boy 16
Nada Redwan Mardi Girl 5
Hanadi Bassem Khaleefa Girl 13

06/01/2009

Ibrahim Ahmed Maarouf Boy 14
Ahmed Shaher Khodeir Boy 14
Ismail Adnan Hweilah Boy 15
Aseel Moeen Deeb Boy 17
Adam Mamoun Al-Kurdee Boy 3
Alaa Iyad Al-Daya Girl 8
Areej Mohammed Al-Daya Girl 3 months
Amani Mohammed Al-Daya Girl 4
Baraa Ramez Al-Daya Girl 2
Bilal Hamza Obaid Boy 15
Thaer Shaker Karmout Boy 17
Hozaifa Jihad Al-Kahloot Boy 17
Khitam Iyad Al-Daya Girl 9
Rafik Abdul Basset Al-Khodari Boy 15
Raneen Abdullah saleh Girl 12
Zakariya Yahya Al-Taweel Boy 5
Sahar Hatem Dawood Girl 10
Salsabeel Ramez Al-Daya Girl 6 months
Sharafuldeen Iyad Al-Daya Boy 7
Doha Mohammed Al-Daya Girl 5
Ahed Iyad Kodas Boy 15
Abdullah Mohammed Abdullah Boy 10
Issam Sameer Deeb Boy 12
Alaa Ismail Ismail Boy 18
Ali Iyad Al-Daya Boy 10
Imad Abu Askar Boy 18
Filasteen Al-Daya Girl 5
Kamar Mohammed Al-Daya Boy 3
Lina Abdul Menem Hassan Girl 10
Unidentified Boy 9
Unidentified Boy 15
Mohammed Iyad Al-Daya Boy 6
Mohammed Bassem Shakoura Boy 10
Mohammed Bassem Eid Boy 18
Mohammed Deeb Boy 17
Mohammed Eid Boy 18
Mustafa Moeen Deeb Boy 12
Noor Moeen Deeb Boy 2
Youssef Saad Al-Kahloot Boy 17
Youssef Mohammed Al-Daya Boy 1

07/01/2009

Ibrahim Kamal Awaja Boy 9
Ahmed Jaber Howeij Boy 7
Ahmed Fawzi Labad Boy 18
Ayman Al-Bayed Boy 16
Amal Khaled Abed Rabbo Girl 3
Toufic Khaled Al-Khahloot Boy 10
Habeeb Khaled Al-Khahloot Boy 12
Houssam Raed Sobeh Boy 12
Hassan Rateb Semaan Boy 18
Hassan Ata Hassan Azzam Boy 2
Redwan Mohammed Ashoor Boy 10
Suad Khaled Abed Rabbo Girl 6
Samar Khaled Abed Rabbo Girl 2
Abdul Rahman Mohammmed Ashoor Boy 12
Fareed Ata Hassan Azzam Boy 13
Mohammed Khaled Al-Kahloot Boy 15
Mohammed Samir Hijji Boy 16
Mohammed Fareed Al-Maasawabi Boy 16
Mohammed Moeen Deeb Boy 17
Mohammed Nasseem Salama Saba Boy 16
Mahmoud Hameed Boy 17
Hamam Issa Boy 1

08/01/2009

Anas Arif Abou Baraka Boy 7
Ibrahim Akram Abou Dakkka Boy 12
Ibrahim Moeen Jiha Boy 15
Baraa Iyad Shalha Girl 6
Basma Yasser Al-Jeblawi Girl 5
Shahd Saad Abou Haleema Girl 15
Azmi Diab Boy 16
Mohammed Akram Abou Dakka Boy 14
Mohammed Hikmat Abou Haleema Boy 17
Ibrahim Moeen Jiha Boy 15
Matar Saad Abou Haleema Boy 17

09/01/2009

Ahmed Ibrahim Abou Kleik Boy 17
Ismail Ayman Yasseen Boy 18
Alaa Ahmed Jaber Girl 11
Baha-Uldeen Fayez Salha Girl 5
Rana Fayez Salha Girl 12
Rola Fayez Salha Girl 13
Diyaa-Uldeen Fayez Salah Boy 14
Ghanima Sultan Halawa Girl 11
Fatima Raed Jadullah Girl 10
Mohammed Atef Abou Al-Hussna Boy 15

Daftar nama anak anak korban dan umur korban di Gaza

27/12/2008
Berikut adalah daftar nama anak-anak yang menjadi korban dan umur korban, selama pertempuran di Gaza yang dikeluarkan oleh Al-Jazeera :


Ibtihal Kechko Girl 10
Ahmed Riad Mohammed Al-Sinwar Boy 3
Ahmed Al-Homs Boy 18
Ahmed Rasmi Abu Jazar Boy 16
Ahmed Sameeh Al-Halabi Boy 18
Tamer Hassan Al-Akhrass Boy 5
Hassan Ali Al-Akhrass Boy 3
Haneen Wael Mohammed Daban Girl 15
Khaled Sami Al-Astal Boy 15
alaat Mokhless Bassal Boy 18
Aaed Imad Kheera Boy 14
Abdullah Al-Rayess Boy 17
Odai Hakeem Al-Mansi Boy 4
Allam Nehrou Idriss Boy 18
Ali Marwan Abu Rabih Boy 18
Anan Saber Atiyah Boy 13
Camelia Al-Bardini Girl 10
Lama Talal Hamdan Girl 10
Mohammed Jaber Howeij Boy 17
Nimr Mustafa Amoom Boy 10



29/12/2008

Ismail Talal Hamdan Boy 10
Ahmed Ziad Al-Absi Boy 14
Ahmed Youssef Khello Boy 18
Ikram Anwar Baaloosha Girl 14
Tahrier Anwar Baaloosha Girl 17
Jihad Saleh Ghobn Boy 10
Jawaher Anwar Baaloosha Girl 8
Dina Anwar Baaloosha Girl 7
Samar Anwar Baaloosha Girl 6
Shady Youssef Ghobn Boy 12
Sudqi Ziad Al-Absi Boy 3
Imad Nabeel Abou Khater Boy 16
Lina Anwar Baaloosha Girl 7
Mohammed Basseel Madi Boy 17
Mohammed Jalal Abou Tair Boy 18
Mohammed Ziad Al-Absi Boy 14
Mahmoud Nabeel Ghabayen Boy 15
Moaz Yasser Abou Tair Boy 6
Wissam Akram Eid Girl 14

30/12/2008

Haya Talal Hamdan Girl 8

31/12/2008

Ahmed Kanouh Boy 10
Ameen Al-Zarbatlee Boy 10
Mohammed Nafez Mohaissen Boy 10
Mustafa Abou Ghanimah Boy 16
Yehya Awnee Mohaissen Boy 10
Ossman Bin Zaid Nizar Rayyan Boy 3
Assaad Nizar Rayyan Boy 2
Moaz-Uldeen Allah Al-Nasla Boy 5
Aya Nizar Rayyan Girl 12
Halima Nizar Rayyan Girl 5
Reem Nizar Rayyan Boy 4
Aicha Nizar Rayyan Girl 3
Abdul Rahman Nizar Rayyan Boy 6
Abdul Qader Nizar Rayyan Boy 12
Oyoon Jihad Al-Nasla Girl 16
Mahmoud Mustafa Ashour Boy 13
Maryam Nizar Rayyan Girl 5

01/01/2009

Hamada Ibrahim Mousabbah Boy 10
Zeinab Nizar Rayyan Girl 12
Sujud Mahmoud Al-Derdesawi Girl 10
Abdul Sattar Waleed Al-Astal Boy 12
Abed Rabbo Iyyad Abed Rabbo Al-Astal Boy 10
Ghassan Nizar Rayyan Boy 15
Christine Wadih El-Turk Boy 6
Mohammed Mousabbah Boy 14
Mohammed Iyad Abed Rabbo Al-Astal Boy 13
Mahmoud Samsoom Boy 16
Ahmed Tobail Boy 16
Ahmed Sameeh Al-Kafarneh Boy 17
Hassan Hejjo Boy 14
Rajeh Ziadeh Boy 18
Shareef Abdul Mota Armeelat Boy 15
Mohammed Moussa Al-Silawi Boy 10
Mahmoud Majed Mahmoud Abou Nahel Boy 16
Mohannad Al-Tatnaneeh Boy 18
Hani Mohammed Al-Silawi Boy 10

01/01/2009

Ahmed Al-Meshharawi Boy 16
Ahmed Khodair Sobaih Boy 17
Ahmed Sameeh Al-Kafarneh Boy 18
Asraa Kossai Al-Habash Girl 10
Assad Khaled Al-Meshharawi Boy 17
Asmaa Ibrahim Afana Girl 12
Ismail Abdullah Abou Sneima Boy 4
Akram Ziad Al-Nemr Boy 18
Aya Ziad Al-Nemr Girl 8
Ahmed Mohammed Al-Adham Boy 1
Akram Ziad Al-Nemr Boy 13
Hamza Zuhair Tantish Boy 12
Khalil Mohammed Mokdad Boy 18
Ruba Mohammed Fadl Abou-Rass Girl 13
Ziad Mohammed Salma Abou Sneima Boy 9
Shaza Al-Abed Al-Habash Girl 16
Abed Ziad Al-Nemr Boy 12
Attia Rushdi Al-Khawli Boy 16
Luay Yahya Abou Haleema Boy 17
Mohammed Akram Abou Harbeed Boy 18
Mohammed Abed Berbekh Boy 18
Mohammed Faraj Hassouna Boy 16
Mahmoud Khalil Al-Mashharawi Boy 12
Mahmoud Zahir Tantish Boy 17
Mahmoud Sami Assliya Boy 3
Moussa Youssef Berbekh Boy 16
Wi'am Jamal Al-Kafarneh Girl 2
Wadih Ayman Omar Boy 4
Youssef Abed Berbekh Boy 10

05/01/2009

Ibrahim Rouhee Akl Boy 17
Ibrahim Abdullah Merjan Boy 13
Ahmed Attiyah Al-Semouni Boy 4
Aya Youssef Al-Defdah Girl 13
Aya Al-Sersawi Girl 5
Ahmed Amer Abou Eisha Boy 5
Ameen Attiyah Al-Semouni Boy 4
Hazem Alewa Boy 8
Khalil Mohammed Helless Boy 12
Diana Mosbah Saad Girl 17
Raya Al-Sersawi Girl 5
Rahma Mohammed Al-Semouni Girl 18
Ramadan Ali Felfel Boy 14
Rahaf Ahmed Saeed Al-Azaar Girl 4
Shahad Mohammed Hijjih Girl 3
Arafat Mohammed Abdul Dayem Boy 10
Omar Mahmoud Al-Baradei Boy 12
Ghaydaa Amer Abou Eisha Girl 6
Fathiyya Ayman Al-Dabari Girl 4
Faraj Ammar Al-Helou Boy 2
Moumen Alewah Boy 9
Moumen Mahmoud Talal Alaw Boy 10
Mohammed Amer Abu Eisha Boy 8
Mahmoud Mohammed Abu Kamar Boy 15
Marwan Hein Kodeih Girl 6
Montasser Alewah Boy 12
Naji Nidal Al-Hamlawi Boy 16
Nada Redwan Mardi Girl 5
Hanadi Bassem Khaleefa Girl 13

06/01/2009

Ibrahim Ahmed Maarouf Boy 14
Ahmed Shaher Khodeir Boy 14
Ismail Adnan Hweilah Boy 15
Aseel Moeen Deeb Boy 17
Adam Mamoun Al-Kurdee Boy 3
Alaa Iyad Al-Daya Girl 8
Areej Mohammed Al-Daya Girl 3 months
Amani Mohammed Al-Daya Girl 4
Baraa Ramez Al-Daya Girl 2
Bilal Hamza Obaid Boy 15
Thaer Shaker Karmout Boy 17
Hozaifa Jihad Al-Kahloot Boy 17
Khitam Iyad Al-Daya Girl 9
Rafik Abdul Basset Al-Khodari Boy 15
Raneen Abdullah saleh Girl 12
Zakariya Yahya Al-Taweel Boy 5
Sahar Hatem Dawood Girl 10
Salsabeel Ramez Al-Daya Girl 6 months
Sharafuldeen Iyad Al-Daya Boy 7
Doha Mohammed Al-Daya Girl 5
Ahed Iyad Kodas Boy 15
Abdullah Mohammed Abdullah Boy 10
Issam Sameer Deeb Boy 12
Alaa Ismail Ismail Boy 18
Ali Iyad Al-Daya Boy 10
Imad Abu Askar Boy 18
Filasteen Al-Daya Girl 5
Kamar Mohammed Al-Daya Boy 3
Lina Abdul Menem Hassan Girl 10
Unidentified Boy 9
Unidentified Boy 15
Mohammed Iyad Al-Daya Boy 6
Mohammed Bassem Shakoura Boy 10
Mohammed Bassem Eid Boy 18
Mohammed Deeb Boy 17
Mohammed Eid Boy 18
Mustafa Moeen Deeb Boy 12
Noor Moeen Deeb Boy 2
Youssef Saad Al-Kahloot Boy 17
Youssef Mohammed Al-Daya Boy 1

07/01/2009

Ibrahim Kamal Awaja Boy 9
Ahmed Jaber Howeij Boy 7
Ahmed Fawzi Labad Boy 18
Ayman Al-Bayed Boy 16
Amal Khaled Abed Rabbo Girl 3
Toufic Khaled Al-Khahloot Boy 10
Habeeb Khaled Al-Khahloot Boy 12
Houssam Raed Sobeh Boy 12
Hassan Rateb Semaan Boy 18
Hassan Ata Hassan Azzam Boy 2
Redwan Mohammed Ashoor Boy 10
Suad Khaled Abed Rabbo Girl 6
Samar Khaled Abed Rabbo Girl 2
Abdul Rahman Mohammmed Ashoor Boy 12
Fareed Ata Hassan Azzam Boy 13
Mohammed Khaled Al-Kahloot Boy 15
Mohammed Samir Hijji Boy 16
Mohammed Fareed Al-Maasawabi Boy 16
Mohammed Moeen Deeb Boy 17
Mohammed Nasseem Salama Saba Boy 16
Mahmoud Hameed Boy 17
Hamam Issa Boy 1

08/01/2009

Anas Arif Abou Baraka Boy 7
Ibrahim Akram Abou Dakkka Boy 12
Ibrahim Moeen Jiha Boy 15
Baraa Iyad Shalha Girl 6
Basma Yasser Al-Jeblawi Girl 5
Shahd Saad Abou Haleema Girl 15
Azmi Diab Boy 16
Mohammed Akram Abou Dakka Boy 14
Mohammed Hikmat Abou Haleema Boy 17
Ibrahim Moeen Jiha Boy 15
Matar Saad Abou Haleema Boy 17

09/01/2009

Ahmed Ibrahim Abou Kleik Boy 17
Ismail Ayman Yasseen Boy 18
Alaa Ahmed Jaber Girl 11
Baha-Uldeen Fayez Salha Girl 5
Rana Fayez Salha Girl 12
Rola Fayez Salha Girl 13
Diyaa-Uldeen Fayez Salah Boy 14
Ghanima Sultan Halawa Girl 11
Fatima Raed Jadullah Girl 10
Mohammed Atef Abou Al-Hussna Boy 15
Al Jazeera has obtained the names of 210 of the young victims

27/12/2008

Ibtihal Kechko Girl 10
Ahmed Riad Mohammed Al-Sinwar Boy 3
Ahmed Al-Homs Boy 18
Ahmed Rasmi Abu Jazar Boy 16
Ahmed Sameeh Al-Halabi Boy 18
Tamer Hassan Al-Akhrass Boy 5
Hassan Ali Al-Akhrass Boy 3
Haneen Wael Mohammed Daban Girl 15
Khaled Sami Al-Astal Boy 15
alaat Mokhless Bassal Boy 18
Aaed Imad Kheera Boy 14
Abdullah Al-Rayess Boy 17
Odai Hakeem Al-Mansi Boy 4
Allam Nehrou Idriss Boy 18
Ali Marwan Abu Rabih Boy 18
Anan Saber Atiyah Boy 13
Camelia Al-Bardini Girl 10
Lama Talal Hamdan Girl 10
Mohammed Jaber Howeij Boy 17
Nimr Mustafa Amoom Boy 10

29/12/2008

Ismail Talal Hamdan Boy 10
Ahmed Ziad Al-Absi Boy 14
Ahmed Youssef Khello Boy 18
Ikram Anwar Baaloosha Girl 14
Tahrier Anwar Baaloosha Girl 17
Jihad Saleh Ghobn Boy 10
Jawaher Anwar Baaloosha Girl 8
Dina Anwar Baaloosha Girl 7
Samar Anwar Baaloosha Girl 6
Shady Youssef Ghobn Boy 12
Sudqi Ziad Al-Absi Boy 3
Imad Nabeel Abou Khater Boy 16
Lina Anwar Baaloosha Girl 7
Mohammed Basseel Madi Boy 17
Mohammed Jalal Abou Tair Boy 18
Mohammed Ziad Al-Absi Boy 14
Mahmoud Nabeel Ghabayen Boy 15
Moaz Yasser Abou Tair Boy 6
Wissam Akram Eid Girl 14

Kamis, 15 Januari 2009

Save palestine

Save Palestine


Meskipun
kami bukanlah sebuah institusi yang besar, meskipun kami hanyalah
segelintir orang yang hanya bisa bernaung di dunia maya, meskipun kami
tidak bisa melakukan apa-apa untuk saudara-saudara warga Palestina,
tapi kami juga manusia yang bisa menangis ketika warga palestina
berteriak histeris meminta perdamaian abadi, hati kami juga terpukul 
ketika ibu-ibu dan wanita palestina teriak menangis kehilangan
keluarganya, kami juga bisa mengutuk Israel laknat ketika seorang ayah
yang menggeram karena anaknya tewas akibat serangan terkutuk israel.
Kami bisa mengalirkan air mata dengan teramat deras. Kami bisa
merasakan apa yang mereka rasakan. Namun kami hanya bisa mengutuk, kami
hanya bisa menangis, hati kami terpukul. Terlaknat kalian Israel.

Terkutuk kalian. Terlaknat kalian
Israel.

Bukti pembantaian militer israel terhadap, warga dan anak - anak Palestina:








Bukti Pembantaian Israel Terhadap WargaSipil dan Anak-Anak (Update 5 Januari 2009)
















Warga sipil dibawah todongan senapan Militer Israel
=>> Sesungguhnya apa yang ada di benak pikiran Tentara Israel, sampai2 Anak kecil dan Wanita di todong senjata?






Seorang anak laki-laki yang memangku ibunya yang sedang sekarat karena serangan Israel di Gaza (Update 11 Januari 09, sumber http://www.worldproutassembly.org)









Kami meminta anda dengan teramat sangat untuk
ikut mengutuk Israel dan melakukan apa yang anda bisa lakukan untuk
menolong warga Palestina. Tunjukkan aksi keprihatinan anda atas
Palestina di blog masing-masing. Kita warnai blog indonesia dengan
menunjukkan keprihatinan kita atas palestina, dan mengutuk israel.
Kepada blogger se-Indonesia, sekali lagi kami meminta anda semua untuk
menunjukkan aksi keprihatinan anda atas palestina, dan mengutuk
tindakan Israel, di blog masing-masing. Kami mengucapkan beribu-ribu
terima kasih atas partisipasi anda semua. Terima kasih.

Save Palestine
Donasikan sedikit uang jajan kita (para blogger), untuk membantu warga palestina:


Jika anda marah dengan negara Israel, silahkan pasang banner ini pada web/blog teman teman semua:


Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan palestina:
http://www.infopalestina.com/ms/

http://www.kispa.org/

http://www.suarapalestina.org/

http://www.worldproutassembly.org/

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori news dengan judul Ilmuwebsite dan Bloger Indonesia Pro Palestina

Selasa, 13 Januari 2009

Isi Surat Mahathir pada Barack Hussein Obama

Assalamu'alaikum, FYI:

1 Januari 2009

Yang Terhormat Bapak Presiden,

Saya tidak memilih Anda dalam Pemilu Presiden karena saya warga Malaysia.

Tapi saya sendiri mempertimbangkan salah satu konstituen karena apa yang Anda lakukan atau Anda katakan akan mempengaruhi saya dan negara saya juga.

Saya menyambut janji Anda untuk perubahan. Tentu saja, negara Anda, Amerika Serikat perlu banyak melakukan perubahan.

Yang demikian itu karena Amerika dan warga Amerika telah menjadi orang yang paling membenci di seluruh dunia. Warga Eropa pun sebel dengan keangkuhan Anda. Namun Anda pernah dikagumi dan disukai karena Anda membebaskan banyak negara dari penaklukan dan penaklukan.

Tradisi pada Tahun Baru orang selalu membuat resolusi (pemecahan). Anda pasti telah mendaftar resolusi-resolusi yang baik. Tetapi jika boleh secara sopan saya mengusulkan, agar Anda juga memutuskan untuk melakukan hal-hal pemecahan berikut dalam mengejar perubahan.

1. Berhentilah membunuhi orang. Amerika Serikat terlalu tergila-gila membunuh orang untuk mencapai tujuan-nya. Anda menyebut perang, tetapi peperangan masa kini bukan tentara profesional yang saling berkelahi dan membunuh satu sama lain. Itu adalah membunuh orang-orang biasa yang tidak bersalah yang jumlahnya ratusan ribu. Seluruh negara akan hancur. Hentikan pembangunan senjatamu dan perencanaan peperangan masa depan.

2. Berhentilah mendukung secara tidak pandang bulu terhadap pembunuh-pembunuh Israel dengan uang dan senjata-senjata mu. Rencana dan pengeboman warga Gaza adalah dari Anda.

3. Berhenti menerapkan sanksi terhadap negara-negara yang tidak bisa melakukan hal yang sama terhadap Anda. Di Iraq sanksi Anda telah membunuh 500.000 orang anak dan meniadakan obat serta makanan bagi mereka. Orang lain dilahirkan cacat. Apa yang Anda capai dengan kekejaman ini? Tidak ada kecuali kebencian korban dan orang yang berpikir benar.

4. Hentikan ilmuwan dan para penelitimu untuk temuan terbari terbaru dari senjata paling jahat untuk membunuh banyak orang secara lebih efisien.

5. Hentikan memproduksi senjata dan hentikan penjualannya ke seluruh dunia. Itu merupakan pendapatan haram yang Anda peroleh. It is un-Christian!.

6. Berhenti mencoba memaksakan demokrasi ke seluruh dunia. Demokrasi dapat bekerja untuk Amerika Serikat (AS), tetapi tidak selalu dapat bekerja untuk negara-negara lain. Jangan membunuh orang karena mereka tidak melaksanakan demokrasi. Usaha Anda untuk mendemokrasikan negara telah membunuh lebih banyak orang daripada pemerintah otoriter yang Anda gulingkan. Dan bagaimanapun, Anda tidak akan berhasil juga.

7. Stop kasino-kasino yang Anda sebut sebagai institusi-institusi keuangan. Hentikan hedge fund. Stop derivasi dan perdagangan mata uang. Hentikan bank dari meminjamkan uang non-existent yang jumlahnya milyaran. Atur dan awasi bank Anda. Penjararakan para penjahat-penjahat yang memperoleh keuntungan dari menyalahgunakan sistem ini.

8. Setujuilah “Protokol Kyoto” dan perjanjian internasional lainnya.

9. Perlihatkan terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

10. Saya memiliki banyak hal lain untuk mengubah resolusi yang saya pikir Anda harus mempertimbangkan dan melakukan. Tapi saya pikir Anda sudah cukup pada rencana ini untuk tahun 2009, era Kristen. Jika Anda bisa melakukannya (meski s edikit) dari apa yang saya sarankan, Anda akan diingat oleh dunia sebagai pemimpin besar. Kemudian Amerika akan kembali menjadi bangsa yang paling dihargai. Kedutaanmu akan mampu melepas pagar yang tinggi dan duri-duri yang selama ini mengelilingi nya.

May I wish you a Happy New Year and a great Presidency.

Salam Hormat,

Dr Mahathir bin Mohamad

(Mantan Perdana Menteri Malaysia)

* Surat ini dimuat di situs http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=11584

Dalam bahasa Inggris. Diterjemahkan secara bebas oleh redaksi www.hidayatullah.com

Minggu, 11 Januari 2009

Hacker di Berbagai Negara Rusak 10.000 Situs Israel

Sementara Israel terus memuntahkan peluru-pelurunya di Jalur Gaza, para hacker juga melakukan "perang" di dunia maya dengan cara menginfiltrasi situs-situs Israel dengan memposting video, foto-foto dan slogan-slogan yang isinya mengutuk agresi Israel.

Surat kabar Asharq al-Awsat yang terbit di London dalam laporannya menyebutkan, para hacker yang merusak situs-situs Israel itu diduga beroperasi dari Libanon, Maroko, Iran dan Turki. Sementara laporan radio Israel menyebutkan,target para hackers itu adalah situs-situs perusahaan dan lembaga pemerintahan Israel termasuk situs Departemen Pertahanan Israel dan situs Israel Discount Bank.

Salah seorang hacker yang menyebut dirinya T@ke Sn!per mengatakan, kelompoknya berhasil meng-hack lebih dari 30 situs Israel, diantaranya situs-situs pemerintah Israel termasuk situs bank-bank dan situs partai politik Israel.

Sedikitnya, ada 10.000 situs milik Israel yang berhasil dilumpuhkan oleh para hacker itu. Setiap hacker bahkan melumpuhkan sekitar 2.485 situs Israel.

Situs milik sejumlah surat kabar Israel, seperti Maariv dan Yediot aharonot, juga tak luput dari serangan para hacker. Para hacker memasang foto-foto warga Palestina yang menjadi korban keganasan Israel dan foto-foto warga Irak yang menjadi korban kekejaman penjara-penjara AS.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/hacker-di-berbagai-negara-rusak-10-000-situs-israel.htm

Coca Cola Malaysia Ketar-Ketir Share


Perusahaan minuman ringan Coca Cola menyatakan kekhawatirannya atas seruan boikot terhadap produk minuman tersebut dan produk-produk AS lainnya yang dilakukan oleh organisasi-organisasi Muslim di Malaysia, menyusul serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.

Pihak Coca Cola mengatakan, seruan boikot itu bisa mengganggu perekonomian Malaysia dan warga negeri Jiran itu sendiri. "Seperti semua orang, kami sangat prihatin dengan situasi kemanusiaan di Timur Tengah," kata Kadri Taib, humas dan direktur komunikasi perusahaan Coca Cola Malaysia dalam pernyataannya.

"Karena bisnis kami yang bersifat lokal, kami yakin seruan boikot terhadap produk-produk kami bukan cara yang tepat, karena yang akan paling terpukul adalah perekonomian, bisnis dan warga lokal sendiri," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Taib mengatakan bahwa Coca Cola Malaysia mempekerjakan sekitar 1.700 warga Malaysia dan 60 persen dari pegawainya adalah Muslim.

Organisasi-organisasi Muslim di Malaysia menyerukan boikot terhadap produk-produk AS, termasuk Coca Cola dan franchise kedai kopi Starbucks dalam aksi protes yang mereka gelar hari ini di Masjid Nasional di Kuala Lumpur.

Seruan boikot itu disambut oleh Asosiasi Konsumen Islam Malaysia dan Asosiasi Pengelola Restoran Muslim Malaysia. Mereka tidak lagi menyediakan minuman Coca Cola dalam menu di restoran-restoran mereka yang jumlahnya ribuan.

"Kami berharap konsumen Muslim secara penuh ikut serta mengirimkan pesan yang kuat pada Israel dan sekutu-sekutunya agar tidak terus menerus menganiaya umat Islam," demikian pernyataan Asosisasi Konsumen di Malaysia.

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad juga menyerukan boikot secara luas produk-produk AS dan mata uang dollar sebagai bentuk protes atas dukungan AS pada Israel. "Mereka tidak akan mati jika tidak menggunakan produk AS," kata Mahathir yang ikut berunjuk rasa bersama 5.000 warga Malaysia di depan kedubes AS.

"Saya berharap Starbucks dan McDonald's tidak beroperasi lagi di sini," tandas Mahathir yang juga menyerukan agar negara-negara Arab menghentikan pasokan minyaknya ke AS.

Seruan boikot produk AS pro Zionis juga dilontarkan dalam aksi massa di Italia. "Kita tidak bisa tinggal diam melihat apa yang terjadi di Gaza. Kami sudah mempertimbangkan untuk membuat daftar pengusaha yang memiliki kaitan dengan Tel Aviv, karena masyarakat tidak banyak tahu siapa saja mereka," kata Giancarlo Desiderati, anggota lembaga perdangan di Italia.

Sayangnya, di Indonesia gerakan boikot ini belum menggema. Para pengusaha dan tokoh-tokoh di Indonesia belum ada yang berani secara terbuka menyerukan boikot terhadap produk-produk AS pendukung Zionis Israel.

Ia berani mengusir duta besar Israel sebagai bentuk protes atas genosida yang dilakukan militer Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Sebelumnya, Chavez sudah mengeluarkan pernyataan keras bahwa apa yang terjadi di Gaza adalah sebuah "holocaust" dan Presiden Israel serta Presiden AS harus diseret ke pengadilan internasional.

"Holocaust, itulah yang terjadi saat ini di Gaza. Presiden Israel harus diseret ke pengadilan internasional, bersama presiden AS," tukas Chavez dalam komentarnya yang disiarkan televisi Venezuela.

Chavez juga menuding Washington telah membunuh pemimpin Palestina Yasser Arafat dengan cara diracun, mengganggu stabilitas Timur Tengah dan mendukung penuh agresi Israel ke Jalur Gaza

YAHUDI - ZIONIS DAN ISRAEL

A. YAHUDI, ZIONIS, dan ISRAEL
-----------------------------
Di tengah maraknya penolakan elemen masyarakat mengenai rencana pemerintah
membuka hubungan dagang dengan Israel, tulisan ini dihadirkan dengan
maksud memberikan sedikit gambaran mengenai Yahudi, Zionis, dan Israel
(termasuk kebijakan LN yang diambil).

Yahudi sebagai Bangsa
---------------------
Yahudi sebagai bangsa merupakan sebutan bagi bangsa anak keturunan Nabi
Ishaq (anak Nabi Ibrahim).Yahudi sendiri berasal dari nama salah seorang anak
Ya'qub yakni Yahuda (atau Yehuda). Dalam sejarah, karakter bangsa Yahudi kerap
dikenal dengan bangsa yang sombong, pembangkang, licik, pendusta, dsb.
Berikut adalah beberapa kelompok Yahudi yang pernah muncul dalam sejarah
Yahudi.

a. "Shaduqi". Merupakan salah satu kelompok tertua. Mereka meyakini Yahudi hanya sebagai agama dan dalam hubungan antar-manusia dikenal sangat terbuka, terutama dengan kaum muslimin. Doktrin agamanya didasari oleh pengakuan bahwa Uzair merupakan Anak Tuhan.
b. "Munawi" . Mereka berhasil mengumpulkan manuskrip Perjanjian Lama (Tanakh) dan menurut banyak ahli keagamaan merupakan basis pemikiran kaum Yahudi Ortodoks yang ada di Israel sekarang.
c. "Assini" (Hadsem Lama). Sekte ini menerapkan sistem sosialisme dalam kehidupan. Mereka melarang segala bentuk pemilikan dan perekonomian pribadi.Mereka tidak makan daging dan tidak menikah. Mereka mengharamkan perbudakan serta meyakini 'qadha' dan 'qadar' sebagai doktrin keagamannya.
d. "Yahudi Qara'I". Merupakan sekte yang terpengaruh Islam. Mereka tidak mempercayai Taurat dan Talmud yang sekarang.
e. Yahudi yang mengklaim dirinya sebagai "Bani Israil". Termasuk dalam kelompok ini Abwa'I, Qana'I, Yudjani, Maranusi, Falasya, dan Yahudi Hunud. Bani Israil menurut sumber Islam merupakan anak-ketururan Nabi Ya'qub (anak Ishaq bin Ibrahim). Israil merupakan julukan Nabi Ya'qub.

Gerakan Keagamaan Yahudi Kontemporer
------------------------------------
Selain dikenal sebagai bangsa, Yahudi dikenal sebagai suatu agama (bukan sekedar karakter), terlebih setelah hadirnya agama Nasrani dan Islam Kini banyak bermunculan aliran-aliran Yahudi kontemporer sebagai konsekuensi interaksinya dengan dunia luar (selama ribuan tahun diusir dari tanah nenek moyangnya, Kan'an). Aliran-aliran tsb. Selain memiliki karakteristik pemahaman dan doktrin serta ritual, juga mempunyuai pandangan-pandangan yang khas tentang politik terutama mengenai Negara Israel.

a. Yahudi Ortodoks
* Merupakan sekte dominan dengan pengikut sekitar 40% dari Yahudi yang tinggal di Israel.
* Terkenal dan berpengaruh baik di Israel maupun di Amerika Serikat.
* Muncul sebagai respon orang-orang Yahudi terhadap kenyataan hidup di tengah-tengah mayotitas masyarakat non-yahudi.
* Merupakan penjelmaan dari gerakan Yahudi Talmud.
* Menganggap Yahudi sebagai agama aplikatif dan sistem hidup dengan Talmud sebagai kitab sucinya.
* Paling gencar menyerukan penerapan UU Yahudi (Halakha) dalam kehidupan Israel.
* Mengimani Al-Masih dan mempercayai bangsa Yahudi sebagai bangsa pilihan Tuhan.

Dalam perkembangannya Yahudi Ortodoks menjadi dua aliran besar
yakni Hasdem, yang bersifat sufistik, dan Motongadem, aliran yang lebih
bersifat politik.

b. Hasdem
* Didirikan sekitar abad ke-12 di Lithuania dan kerap menganggap sebagai sayap Ortodoks Yahudi, kendati tak jarang terjadi perselisihan antar keduanya.
* Pemikiran keagamaannya berpijak pada toeri 'Huliliyah Yahudiyah' yang membedakan Yahudi dengan makhluk lainnya. Pemimpin spiritual mereka dikenal dengan sebutan Hakhoum. Sikapnya yang ekstrim menjadikannya berpecah dalam kelompok-kelompok yang sangat banyak, yang masing-masing dipimpin oleh seorang Eidmor.
* Sumber pemikiran mereka adalah filsafat 'Qabala' yang merupakan adonan dari nilai-nilai agama, filsafat, mistik, sulap, sihir, dan ramalan.
* Punya keyakinan: Tuhan ada di setiap tempat, maka dari itu setiap manusia hendaknya meleburkan diri dalam Dzat-Nya dan terus meningkat melampaui batas-batas alam dan tabiat manusia sampai menyatu dengan Tuhan yang ada di setiap tempat itu.
* Menurutnya bumi Israel adalah tempat suci dan mempunyai kelabihan dibanding daerah lain. Darah mereka suci, danm Mereka juga membenci orang selain Yahudi.

c. Yahudi Liberal
* Akar sejarahnya berasal dari Mose Mandelson (lahir di Jerman, 1729),
merupakan hasil asimilasi Yahudi dengan bangsa-bangsa lain.
* Yahudi merupakan "sistem ritual yang berlandaskan wahyu Tuhan dan undang-undang moral yang bersandar pada akal" (paham sekular Yahudi).
* Penganut paham ini menghujat kejumudan warisan Yahudi. Tidak mengakui Talmud, tidak mengakui keistimewaan ras Yahudi sebagai 'bangsa pilihan Tuhan'.
* Pada awalnya Yahudi Liberal anti gerakan Zionis, tetapi kemudian mereka memperoleh titik temu dan saling pengertian. Di Israel mereka sangat anti Yahudi Ortodoks. Kaum Ortodoks bahkan tidak mengakui keyahudian penganut aliran ini. Namun di Amerika jumlah mereka cukup banyak.

d. Yahudi Konservatif (Yahudi Historis)
* Awalnya merupakan upaya penyatuan kelompok Ortodoks dan Liberal.
* Menganut pemikiran Zakaria Francle (1851) yang menekankan "otoritas ilmiah" (pembahasan ilmiah yang bersandar pada fakta historis dan situasi)
* Pemikirannya keagamaannnya bemuara pada 3 dasar utama: (1) persatuan dalam perbedaan, (2)kesejarahan Yahudi yang situasional, dan (3) kebangsaan Yahudi yang
unik.
* Kepentingan rakyat harus ada di atas kepentingah Taurat dan Tuhan.
* Kelompok ini membolehkan bersembahyang dengan menggunakan bahasa selain Ibrani dan dibolehkannya wanita menjadi Rabi Yahudi.

e. Yahudi Pembaruan
* Aliran ini muncul di AS awal abad ke-20, merupakan sempalan Yahudi Historis. Banyak dipengaruhi pemikiran Rabi Menahem Kabilan.
* Konsep pemikiran pembaruannya didasarkan pada ide mewujudkan keagamaan yang sesuai dengan kehidupan yahudi Amerika. Tujuannya agar dapat berinteraksi dengan kehidupan masyarakat Amerika.
* Aliran ini mengganggap bahwa Tuhan tidak mengungguli warisan Yahudi atas materi dan Ilmu. Oleh karena itu kehendak Tuhan akan terwujud melalui kemajuan ilmu pengetahuan.
* Agama merupakan kreasi manusia sebagaimana kesenian dan bahasa sebagai produk kemanusiaan manusia.
* Kelompok ini menolak keharusan mengevakuasi Yahudi ke Israel, dan menekankan Yahudi sebagai minoritas yang tersebar di dunia, dan menjadi penopang dana dan moral yang besar untuk kepentingan Israel.
* Kelompok ini memiliki buku khusus tentang cara peribadatannya yang dibuat pada tahun 1945. Dan secara umum kelompok ini berdekatan dengan Yahudi Liberal.


Yahudi, Gerakan Zionis, dan Negara Israel
-----------------------------------------
Negara Israel diproklamasikan tanggal 14 Mei 1948. Dengan proklamasi ini, cita-cita orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia tercapai.
Mereka telah melaksanakan 'amanat' Theodore Herzl (1860-1904) dalam tulisannya "Judenstaat" (Negara Yahudi) sejak 1896. Berdirinya Negara Israel tidak terlepas dari usaha Zionisme. Herzl menyusun doktrin zionis sejak 1882 di Wina. Dia pula yang mengkongkretkan doktrin tersebut secara sistematis. Setahun setalah itu (1897), diadakanlah kongres Yahudi Sedunia di Basel yang antara lain memutuskan akan dibentuknya negara Yahudi yang mengambil tempat di Palestina. Sejak saat itu zionisme merupakan gerakan politik Yahudi. Sebelumnya zionisme merupakan gerakan keagamaan semata (Yudaisme). Yudaisme menginginkan datangnya Sang Juru Selamat kelah di akhir zaman. Pada masa itu 'semua keluarga di dunia ini' akan dipanggil ke
Kerajaan Tuhan. Kerajaan ini akan di pusatkan di tempat terjadinya kisah-kisah yang telah dialami oleh Nabi Ibrahim (Abraham) dan Nabi Musa (Moses).
Kehadiran gerakan keagamaan Yudaisme ini tidak banyak menimbulkan keresahan, bahkan penganutnya bisa hidup berdampingan dengan umat Islam maupun Kristen secara damai.

Zionisme keagamaan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok orang (termasuk Herzl) untuk melegitimasi berdirinya negara Yahudi di atas tanah bangsa Arab. Padahal menurut Garaudy Herzl merupakan orang yang ingkar agama.
Dengan mempolitisasi zionisme, maka orang Yahudi di seluruh penjuru dunia ikut tergerak dan berbondong-bondonglah mereka menuju 'tanah yang dijanjikan' (Palestina). Sebelumnya sejak 1880 kaum Yahudi (yang terdiaspora didunia)pertama telah berimigrasi ke "tanah yang dijanjikan" yang dikenal dengan 'gerakan Aliya'.

Para Rabbi Amerika, penentang Herzl menyatakan ketidaksetujuaannya mendirikan negara Yahudi. Mereka juga menolak ke Palestina. Ilmuwan Yahudi seperti Albert Einstein, Ahli filsafat Martin Buber, Prof. Judah L. Magnes juga menolak niatan Herzl mendirikan negara Israel. Ada dua alasan penolakan mereka, (1) Berdirinya negara Yahudi di Palestina akan mengakibatkan pertikaian dengan penduduk asli (Arab), dan (2) zionisme akan membangkitkan kecurigaan terhadap orang-orang Yahudi di seluruh dunia.
Mereka akan dituduh punya kesetiaan ganda dan kewarganegaraan rangkap.

Dengan berdirinya Israel, zionisme bukan lagi semata-mata gerakan keagamaan. Bahka mereka semakin sewenang-wenang terhadap non-Yahudi. Israel menerapkan kebijakan yang rasis-diskriminatif. Untuk ini PBB menyetujui resolusi 3379(xxx) yang antara lain berbunyi "Zionisme adalah bentuk rasisme dan diskriminatif rasial". Walaupun demikian
berbagai gelombang imigrasi terus berdatangan dari Rumania, Rusia, Polandia, Bulgaria, Yugoslavia, Yaman, Aden, Jerman, serta Afrika. Terhadap hal ini Pemerintah Inggris kemudian mendukung upaya didirikannya negara bagi imigran Yahudi ini yang dikenal dengan "Deklarasi Balfour" (1917).

Selanjutnya gelombang imigran dari Eropa, Asia serta Afrika banyak berdatangan dan membuat pemukiman di tanah Arab seakan berlomba mendapati "tanah yang dijanjikan". Kecemasan dan ketenangan warga Arab(Muslim/Kristen) pun terusik. Mereka berupaya mengusir para imigran. Namun karena kuatnya konspirasi yang mereka hadapi, akhirnya mereka mendapatkan kekalahan telak dalam "perang enam hari" di tahun 1967. Dan Israel berhasil menguasai seluruh Yerusalem, serta mengusir orang-orang Arab (baik Muslim maupun Kristen) dari tanah air mereka sendiri.

Negara Israel berdiri atas prakarsa kaum Yahudi (untuk mewujudkan Israel Raya), walaupun format negaranya adalah republik demokrasi sekular, namun pengambil kebijakan banyak melibatkan lobi-lobi kelompok keagamaan yahudi.
Tercatat, pada tahun 1988 penduduk Israel menganut berbagai macam agama, Yahudi (Yudaisme) 82,5%; Islam 13%; Kristen 2,5%;dan lainnya 1,5%.
Departemen Agama Israel lebih banyak menuruti penganut Yahudi yang mayoritas. Mereka mengurusi upacara kematian (kosher), kerabian, dan sekolah agama (yeshivot). Bahkan dimensi nasional dan keagamaan sudah terjalin sedemikian eratnya dan sulit untuk dipisahkan. Sehingga identitas nasional Israel berpadu dengan identitas agama Yahudi.Bangsa palestina setelah tahun 1967 pun berada dibawah pengawasan Israel dan hanya tinggal di daerah tertentu di Yerusalem Timur, yang salah satu diantaranya berluas 235 hektar. "Kamp penampungan" tersebut bagaikan kampung kumuh, tidak higienis.
Inikah "pembalasan" Yahudi atas yang dialaminya dari Nazi Jerman (peristiwa Holocoust,1930-an).


Politik Dalam Negeri Israel
---------------------------
Menurut teori hubungan internasional, politik luar negeri suatu negara merupakan "perpanjangan tangan" politik dalam negerinya oleh karena itu selayaknya kita mengetahui politik dalam negeri Israel terlebih dahulu.

Jauh sebelum Israel berdiri komunitas Yahudi mendirikan 'Histadrut' tahun 1920. Histadrut yang terdiri dari para buruh Yahudi ini memiliki peranan yang cukup penting dalam kiprah ekonomi dan politik Israel (interest group).
Histadrut ini jugalah yang mengorganisir imigran, menyiapkan pasukan (militer)
, membangkitkan kebudayaan dan bahasa Yahudi. Awalnya aspirasi mereka disalurkan dalam Partai Buruh, namun akhirnya terpecah dan ada yang mendukung partai Likud. Israel adalah penganut demokrasi parlementer yang meliputi kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Ketiga kekuasaan ini dipisah dan bekerja 'saling mengawasi'(checks dan balances).
Presiden dipilih oleh knesset (legislatif) sebagai simbol pemersatu. Pemerintahan dipegang oleh perdana menteri, dan bertanggung jawab kepada knesset. PM haruslah anggota knesset.

Israel menganut sistem multi partai. Tiap pemilu ada puluhan parpol yang bersaing, namun yang dapat menduduki knesset adalah yang menperoleh suara minimal 1% darijumlah pemilih. Partai-partai ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok. Pertama, Partai Buruh yang dihimpun dari para buruh Yahudi di Palestina dan imigran awal. Kedua, Partai Likud merupakan saluran politik Yahudi asal Eropa ('Heredim') yang datang tahun 30-an yang umumnya datang akibat kekejaman Nazi.

Umumnya orang-orang partai buruh lebih 'menghormati' bangsa Arab,sebaliknya orang Likud mengusir orang Arab dari negerinya. Kelompok ketiga adalah partai-partai agama. Kelompok keempak adalah partai-partai Arab. Dari sekian kelompok partai yang menjadi besar dan berpengaruh adalah Partai Buruh (tokohnya a.l. Simon Peres, Yitzhak Rabin), dan Partai Likud (tokohnya a.l. Yitzhak Samir, Ariel Sharon, Benyamin Netanyahu). yang lain hanyalah partai kecil yang kadang-kadang bisa menentukan kemenagan salah satu blok. Bagi masyarakat Israel gerakan 'intifadhah' dianggap sebagai ancaman. Untuk menghadapi masalah ini kedua partai sepakat mengakhirinya.
Tetapi cara mereka agak berbeda. Likud ingin menyelesaikan dengan kekerasan, serta pengusiran hingga tidak ada lagi orang Palestina di Israel,sedangkan Partai Buruh ingin menyelesaikan dengan 'damai'.
Sikap Likud kerap dikecam beberapa orang Israel sendiri sedangkan Buruh dianggap tidak realistik.
Tapi keduanya menganggap wakil Palestina adalah PLO (kelompok nasionalis-sekular-pragmatis)dengan menafikan kelompok revivalis "HAMAS" serta "Jihad Islam".

Politik Luar Negeri Israel
--------------------------
Politik luar negeri Israel dijalankan berdasarkan kepentingan dalam negerinya. Maka sedapat mungkin memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan dalam negeri. Hal ini mengingat sejarah berdirinya negara Israel merasa keamanan dalam negerinya juga merupakan salah satu fungsi diplomatik internasionalnya. Andersen (1982) membagi kebijakan luar negeri Israel dalam tiga fase.
- Fase pertama di mana Israel masih disibukkan dengan pendirian negara. Israel membutuhkan pengakuan internasional. Hubungan luar negeri dijalankan disesuaikan dengan kebutuhan ini.
- Fase kedua, politik Israel lebih menitik beratkan pada kepentingan domestik. Pembangunan dalam negeri tergantung pada keamanan daerah pendudukan/perbatasan. Politik "carrot and stick" dijalankan dalam berhubungan dengan negara lain. Politik "carrot" dijalankan terhadap negara yang mau bernegosiasi dan kerjasama dengan
Israel, sedangkan politik "stick" untuk menunjukkan bahwa Israel superior dibidang militer.
- Fase ketiga, Israel menerapkan politik LN yang lebih pragmatis. Misalnya setelah dipimpin Yitzhak Rabin (P.Buruh) Israel mau berunding dengan PLO yang semula dianggap teroris, dan mau 'berbagi' lahan yang direbutnya tahun 1967, walaupun terbatas. Namun itu semua tidak menunjukkan perubahan yang berarti bagi mayoritas bangsa Palestina (yang umumnya hidup dalam pengasingan, di Yordania, dsb.). Pelanggaran demi pelanggaran terus dijalani Israel, tidak satupun penguasa Israel (dari kubu Likud maupun Buruh) yang memiliki komitmen mengembalikan
wilayah yang dirampasnya dari bangsa Palestina.

Adapun langkah 'pragmatis' seperti janji memberikan wilayah terbatas lebih dimaksudkan untuk mendapatkan simpati dunia. Agar negara Israel tetap berdiri dan memperkuat eksistensinya. Politik Luar negerinya pun tidak lepas dari peran lobi-lobi (bisnis/politik) Yahudi di berbagai negara, termasuk AS.

B. SIKAP PEMERINTAH INDONESIA
------------------------------

Pada tahun 1996, dinyatakan secara resmi Indonesia tidak akan membuka hubungan bilateral dengan Israel sebelum terjadi perdamaian menyeluruh di Tim-teng. Namun ada keinginan kuat beberapa kalangan pemerintah saat itu untuk menjajaki kemungkinan dibukanya hubungan bilateral. Dan setiap ada usaha/usulan pembukaan hubungan dengan Israel, masyarakat Indonesia (terutama kalangan Muslim) serta merta menyampaikan keberatannya. Beberapa upaya (aktif) Israel untuk menjajaki hubungan dengan Indonesia
(namun belum berhasil, kerap mendapat demo dari masyarakat):
- Pertemuan menlu Simon Peres dengan Ali Alatas pada konverensi HAM di Wina, Juni 1993.
- Momen kedatangan ben Ari sebagai delegasi israel pada sidang WTO di Denpasar, awal Oktober 1993
- Kunjungan PM Yitzhak Rabin ke kediaman Soeharto, 15 Oktober 1993.
- Kunjungan 5 orang senator AS untuk mendesak Indonesia agar membuka hubungan bilateral dengan Israel, Januari 1994.
- Tersiar berita bahwa 2 perusahaan Israel (Alhit dan BVR) ingin membangun pangkalan udara di Indonesia. Kemudian berita ini dibantah oleh Jenderal TNI Edi Sudrajat, 1994.
- Tel Aviv mengundang 4 wartawan Indonesia (Republika, Media Indonesia, Business weekly, dan Eksekutif). Dalam wawancara eksklusif itu PM Rabin mengatakan keinginannya agar hubungan bilateral dengan Indonesia segera diwujudkan, Februari 1994. Pada kesempatan itu Rabin sempat "membuka rahasia" bahwa pertemuannya dengan Soeharto sebelumnya telah dicapai "kesepakatan" bahwa secara bertahap Indonesia-Israel akan menciptakan kondisi-misalnya melalui hubungan bisnis-bagi timbulnya hubungan yang lebih baik.
- Akhir Oktober 1994, Gus Dur (NU), Habib Chizrin (Muhamnmadiyah), Djohan Efendi (Depag), dan A. Bondan Gunawan (?) berkunjung ke Israel. Sepulang dari Israel Gus Dur lantang menyerukan kepada pemerintah RI untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. "Sudah waktunya Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Dengan demikian kita akan lebih berperan untuk membantu perjuangan bangsa Arab", tukas
Gus Dur saat itu.
- Bekas menlu AS Henry Kissinger (tokoh Yahudi AS) ke Jakarta bulan Nopember 1994. Dia dikenal di AS sebagai pendukung utama doktrin "Israel first" dalam kebijakan politik luar negeri AS terhadap kepentingannya di Timteng.

Dan kini (1999) bukannya pihak Israel yang aktif menginginkan hubungan dengan Indonesia, tapi malahan menlu Alwi Shihab sendiri yang (proaktif) mengupayakan pertemuan dengan tokoh yahudi maupun Israel untuk (mengais-ngais rejeki) menjajaki hubungan dagang kedua negara dengan alasan pemulihan ekonomi Indonesia, dst.

Ada beberapa alasan yang membuat Israel gigih mengusahakan hubungan dengan Indonesia:
- Pertama, Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki arti penting dan strategis bagi politik LN Israel di dunia Islam.
Jika hubungan diplomatik RI-Israel dibuka maka diharapkan dapat mengurangi ketegangan dengan negara-negara dunia Islam. Kepentingannya a.l. guna meredam gerakan perlawanan "intifadhah" dan gerakan revivalis Islam yang dipelopori "HAMAS" dan "Jihad Islam" di gaza dan Tepi Barat yang terbukti sangat merepotkan Israel.
- Kedua, posisi Indonesia sebagai ketua GNB (1991-1994) waktu itu diharapkan berpengaruh juga pada negara-negara Dunia Ketiga pada umumnya.
- Ketiga, faktor ekonomi-politik Israel yang selama eksodus kaum Yahudi asal Soviet dan Eropa Timur ke Israel. Belum lagi "harga" yang dibayarnya guna meredam "intifadhah". Selain itu juga untuk mengakhiri "isolasi internasional" atas Israel. Dan Indonesia merupakan pasar potensial bagi Israel.

Lalu apa keuntungan yang didapat Indonesia jika berhubungan (dalam bentuk apapun) dengan Israel (menurut Alwi)?
- Diharapkan lobi Indonesia di dunia menjadi kuat terhadap tekanan kepentingan Barat (IMF, WTO, AS, dsb.)
- Investor Yahudi dan Israel berbondong-bondong menanamkan modalnya di Indonesia.
Keuntungan tersebut belum pasti tercapai namun untuk menuju ke sana rakyat Indonesia perlu berpolemik, cenderung menomorduakan permasalahan dalam negeri.
Apalagi pemberdayaan potensi (SDM maupun SDA) dalam negeri. Mengapa kita tidak meningkatkan hubungan bilateral/multilateral dengan negara-negara yang secara umum tidak bermasalah di mata masyarakat kita ? Dan tidak semata karena pertimbangan-pertimbangan pragmatis. Misalnya kualitas hubungan dengan negara-negara OKI dan ASEAN ditingkatkan. DAlam hal kemandirian sebuah bangsa Saya saut pada sikap yang pernah diutarakan Ir.Soekarno dulu.

Kerugian yang akan dialami dari hubungan RI-Israel paling sedikit:
- Ketidakpastian proses perdamaian Timur Tengah yang melibatkan wilayah yang disengketakan menimbulkan reaksi masyarakat (Muslim) Indonesia. Ini menimbulkan kontra produktif bagi kepentingan pembangunan Indonesia sendiri (serta dunia Islam pada umumnya). Terlebih lagi mengingat perlakuan Israel terhadap warga Palestina yang menyakitkan umat Islam (pembakaran/perusakan Al-Quds,pelanggaran HAM thd warga Palestina). Israel yang telah merampas tanah Arab pada perang 1976, sampai saat ini
tidak memiliki 'political will' yang kuat untuk berdamai dengan Arab dengan mengembalikan seluruh wilayah yang direbutnya itu, termasuk melaksanakan resolusi PBB no. 234 dan 338.
- Keuntungan dagang yang diperoleh mau tidak mau akan digunakan untuk pembangunan Negara Israel (pembangunan pemukiman Yahudi, militer, keamanan, kesejahteraan warga Israel, dsb.). Sementara hasil pembangunan tersebut akan mengeksiskan penjajahan Israel atas Palestina.
- Kepentingan dagang erat sekali hubungannya dengan kepentingan politik. Sistem/rezim politik yang mapan kerap memulainya dengan membangun sistem/rezim ekonomi/dagang yang kuat. Lihatlah penjajahan Belanda dimulai dari 'politik dagang' selanjutnya menjalar ke sektor politik, kebudayaan, dsb. Dan Ini lebih berbahaya bagi bangsa yang ingin mandiri apalagi berdiri tegak dan disegani di dunia.
- Membuka hubungan dengan dagang (resmi) dengan Israel berarti mengakui eksistensi negara penjajah itu. Ini bertentangan dengan prinsip bernegara bangsa kita (Pembukaan UUD 45).
- Dan kerugian-kerugian lainnya sebagai turunannya.

Tiada Israel tanpa Zionisme, dan tiada Zionisme tanpa kaum Yahudi.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa betapapun banyak perbedaan di tubuh kaum Yahudi, tetapi mereka dipersatukan oleh "tanah yang dijanjikan" dan tujuan di bentuknya negara Israel.

***************************************************************
* ditulis oleh Setiawan Eko Nugroh *
* Anggota LSGM (Lingkar Studi Gerakan Mahasiswa) "Madani" ITB *
***************************************************************

Referensi:
1. Sihbudi, Riza M., et.al., "Profil Negara-negara Timur Tengah", jilid 1,
Dunia Pusta Jaya, Jakarta, 1995.
2. Paul Findley, "Diplomasi Munafik Ala Yahudi: Mengungklap Fakta Hubungan
AS-Israel", Mizan, Bandung.
3. Paul Findley, "Menggugat Dominasi Lobi Yahudi", Mizan, Bandung.
4. Anzikriadi, AM, "Jalan Panjang Yerusalem dari Nabi Daud sampai Ehud
Barak",Suplemen Republika: Dialog Jum'at, edisi 29/10/99 & 5/11/99.
5. WAMY, "Gerakan Keagamaan dan Pemikiran: Akar Ideologis dan
Penyebarannya", jilid 1,terj., Jakarta, 1993.
6. Garaudy, R., "Zionisme: Sebuah Gerakan Keagamaan dan Politik", terj.,
Jakarta, GIP, 1998.
7. Sihbudi, Riza M., "Perkembangan Timur Tengah dan Masalah Hubungan
Indonesia-Israel", dalam Djafar, Zainuddin (editor), "Perkembangan Studi
Hubungan Internasional dan Tantangan Masa Depan", Dunia Pustaka Jaya,
Jakarta, 1996.